-->

Cara Hindari Alergi Dan 5 Metode Tes Alergi Yang WAJIB Diketahui


Ada sebuah pemberitaan di media yang bisa membuat miris hati para orang tua. 
Diberitakan, ada seorang anak yang tiba-tiba meninggal dunia di lapangan saat berolah raga. Padahal anak tersebut sedang dalam keadaan sangat sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit dalam yang berat sebelumnya. 
Setelah diotopsi dan diselidiki, penyebab meninggalnya anak ini bisa dianggap “sederhana”. 
Sang anak meninggal dunia gara-gara digigit semut di lapangan. 

Sebenarnya bukan karena gigitan semutnya itu sendiri, melainkan karena sang anak ternyata memiliki jenis alergi tertentu, sehingga saat terkena gigitan semut, tubuh sang anak bereaksi secara dramatis. 
Tubuhnya kejang-kejang, terjatuh dan tidak tahan sehingga akhirnya meninggal dunia. 
Padahal anak-anal lainnya yang juga digigit oleh semut yang sama tidak menunjukkan gejala apa-apa. 
Paling-paling terasa gatal agak panas. 

Kejadian seperti di atas memang merupakan kasus yang langka. 
( Bukan untuk menakut-nakuti ) namun hal semacam ini bisa terjaid pada siap saja. 
Inti permasalahannya adalah , karena ketidak tahuan tentang adanya alergi tertentu yang diidap tubuh, akibatnya bisa sangat fatal. 
Karena itu seorang dokter atau ahli medis biasanya akan selalu menanyakan kepada pasien ketika akan memberikan satu obat atau suntikan jenis tertentu. “ Apakah anda punya alergi ?“ 
Jika dijawab tidak, dokter baru berani memberikan obatnya. 
Jika dijawab iya, dokter biasanya akan mencari obat alternatif lainnya. 
 Sedangkan jika ragu-ragu, maka dokter kemudian akan melakukan tes alergi. 

● Apa alergi itu ? 

Alergi sebenarnya merupakan suatu respon atau reaksi yang normal dan alami dari tubuh terhadap adanya benda atau hal tertentu yang dianggap asing oleh tubuh ( biasa disebut alergen ) yang berkenaan, bersinggungan dan atau masuk ke dalam tubuh. 
Artinya, karena merupakan reaksi atau respon yang normal, selama tubuh normal, tidak akan membawa dampak atau efek tertentu. Tetapi ketika tubuh tidak normal, dalam artian memiliki gangguan atau penyimpangan tertentu, maka alergen tersebut dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi tubuh. 
Alergen atau zat penyebab alergi ini bisa berasal dari makanan dan minuman, besi, udara, polutan, serta banyak benda dan hal lainnya. 
Atau secara sederhana, alergi dapat dikatakan sebagai sebuah reaksi berlebihan dari sistem imun tubuh terhadap zat – zat yang dideteksi sebagai bahaya dan juga dianggap asing oleh sistem kekebalan tubuh. 

Dan ketika sistem imun tubuh mendeteksi adanya zat asing yang dianggap berbahaya, maka tubuh akan memberikan respon alergi, yang bisa berupa : 
- Bersin 
- batuk 
- gatal pada bagian tertentu, seperti bagian kulit 

- kulit memerah dan muncul ruam 

- jerawat dan bisul 
- mata menjadi merah dan juga berair
- sesak nafas 
- bengkak pada bagian tubuh tertentu 

 

cara hindari alergi

 ● Bagaimana cara menghindari alergi ? 

Cara paling mudah untuk menghindarkan alergi tentu saja dengan menghindari zat atau benda yang dapat menyebabkan alergi, setelah tahu jenis alergi yang diderita. Sebagai contoh, Jika biasanya timbul alergi setelah makan udang, maka agar alergi tidak muncul kembali maka harus menghindari makan udang di kemudian hari. 

● Beberapa jenis tes alergi yang wajib diketahui 

Lalu bagaimana caranya bisa tahu jika tubuh memiliki alergi terhadap zat atau benda tertentu. Caranya tentu saja harus melakukan tes alergi atau belajar dari kejadian ketika mengalami alergi ( hanya saja yang terakhir ini lebih beresiko ) . 

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita alergi dapat dilakukan tes alergi secara medis di laboratorium. Beberapa jenis dan cara tes alergi yang WAJIB diketahui antara lain : 

1. Patch Testing 

Patch testing merupakan salah satu metode tes alargi yang paling umum dilakukan. Patch Testing dilakukan dengan cara menempelkan sejumlah tertentu alergen ke bagian punggung. 
Langkah-langkah untuk melakukan patch testing adalah sebagai berikut : 
- Kulit punggung dibersihkan 
- Jenis alergen tertentu dengan konsentrasi dan jumlah tertentu pula dicampurkan dengan parafin hingga rata - Oleskan campuran ini pada sebuah cakram berbentuk lingkaran, kemudian ditempelkan pada kulit punggung. 
Cara mengetahui apakah seseorang menderita alergi terhadap alergen tersebut atau tidak : 
Jika dalam waktu 48 jam tidak menimbulkan reaksi apapun, berarti tidak menderita alergi. 
Namun, jika muncul gejala seperti pembengkakan atau kulit yang melepuh pada bagian punggung yang telah diolesi campuran tersebut, maka dapat dipastikan mengidap alergi terhadap alergen tersebut. 

2. Skin prick test 

Sama seperti Patch Testing, Skin prick test atau disebut juga dengan Test tusuk kulit merupakan metode tes alergi yang paling umum dilakukan. Sebab tes ini sangat mudah prosedurnya, hampir setiap laboratorium atau balai kesehatan bisa melakukannya. Tes ini juga paling minim resikonya. 
Sesuai namanya - Tes tusuk kulit - Skin prick test dilakukan dengan cara menusukan satu alat penusuk tertentu yang telah disterilkan ke lengan bagian bawah. 
Langkah-langkah untuk melakukan Skin prick test adalah sebagai berikut : 
- Tetesi lengan bagian bawah dengan alergen 
- Tusuk dengan alat penusuk yang steril 
- Tunggu beberapa saat untuk melihat apakah muncul reaksi atau tidak 
Jika tidak terlihat adanya reaksi, itu berarti tidak mengidap alergi. 
Namun jika terlihat adanya reaksi tubuh misal berupa pembengkakan pada bagian tersebut, dipastikan mengidap alergi. 

3. Tes dengan Pengukuran kadar IgE atau Imuglobin 

Untuk mendapatkan hasil yang lebih yakin dan pasti setelah melakukan kedua tes diatas, dapat dilakukan tes Pengukuran kadar IgE atau Imuglobin yang menggunakan metode lebih modern. 
Dengan melakukan pengukuran ini, maka dokter akan tahu kadar Ige yang ada di dalam darah. Dimana pengukuran kadar IgE atau imunoglobin dilakukan dengan menggunakan Radioallergosorbent Test (RAST). 

4. Challange test 

Chalenge tes merupakan metode tes alergi yang bisa dibilang cukup ekstrim. Sebab sesuai namanya “challange”, pasien “ditantang” dengan memberikan sejumlah tertentu alergen secara langsung kepada tubuh. Dengan demikian tes ini akan dapat terlihat secara langsung efek dan hasilnya. 
Challenge tes merupakan metode tes alergi yang paling murah, paling mudah dan efisien. 
Hanya saja resiko dan dampaknya relatif lebih besar, sehingga disarankan ada pendampingan tenaga medis ketika melakukan tes ini. 

5. Test fungsi dari paru-paru 

Tes alergi ini untuk mengukur kekuatan paru-paru, dilakukan dengan mengukur kapasitas maksimal dan juga ketahanan paru-paru terhadap zat-zat tertentu. 
Tes fungsi paru-paru dapat digunakan untuk mengetahui ada tidaknya sebuah alergi sebab salah satu dampak/gejala yang juga biasa terlihat pada penderita alergi adalah terjadinya kondisi sesak nafas. 
Kondisi sesak nafas ini biasanya berhubungan dengan fungsi organ paru-paru yang mengalami gangguan karena reaksi atas zat-zat tertentu. 

Nah, itulah cara-cara unutk menghindari Alergi dan 5 Metode Tes Alergi yang WAJIB untuk anda ketahui. 

Sangat disarankan agar anda melakukan tes ini pada diri sendiri atau anggota keluarga anda. 
Hal ini untuk berjaga-jaga agar jangan sampai terjadi suatu hal yang fatal di kemudian hari. 
Sekurangnya tidak akan kebingungan ketika dokter menanyakan dan akan memberikan satu jenis obat. 
Dan jangan lupa simak juga : 

You may like these posts