Jangan Salah, Kecantikan Wanita Purba Dari Jaman Perunggu Ini Ternyata Bikin Syurr Juga
Selama ini manusia modern sering mengilustrasikan dan mendiskripsikan wajah para manusia purba – baik pria maupun wanitanya – sebagai wajah yang tidak cantik.
Kucel, kumal, dengan kulit wajah yang terlihat tebal dan agak menonjol disana-sini, serta – tentu saja – terlihat agak o’on.
Bisa jadi, anggapan yang seperti ini terpengaruh oleh penggambaran wajah manusia purba yang sering dilihat di film-film, yang pada umumnya memang melukiskan wajah manusia purba seperti itu.
Namun sebuah hasil rekonstruksi terbaru membuktikan bahwa penggambaran wajah – khususnya wanita purba yang seperti itu ternyata salah besar.
Hasil rekonstruksi yang dilakukan oleh para ahli membuktikan bahwa wajah wanita purba juga ternyata sangat cantik. Tidak kalah dengan kecantikan manusia modern.
Namun tentu saja tanpa menggunakan make up dan riasan.
Sebagaimana dilansir dari laman National Geograpics Indonesia, adalah seorang wanita purba yang dinamakan Ava.
Nama “Ava” sendiri merupakan singkatan Achavanich.
Sebab wanita purba yang diperkirakan berasal dari Jaman Perunggu dan telah meninggal pada 3.700 tahun lalu, sisa tulang belulangnya, termasuk berupa tulang tengkorak dan gigi, ditemukan oleh para peneliti di Achavanich, Caithness pada tahun 1987.
Dan sejak ditemukan, Ava menjadi subyek penelitian jangka panjang para ilmuwan yang dipimpin oleh arkeolog Maya Hoole.
Setelah melalui proses penelitian yang panjang, pada akhirnya para ilmuwan berhasil membuat rekonstruksi wajah “Ava” yang telah meninggal lebih dari 3.700 tahun lalu.
Dan tentu saja rekonstruksi wajah wanita purba ini tidak dilakukan secara asal-asalan. Sebab sebagai suatu subjek yang sangat bernilai bagi sejarah manusia, Rekonstruksi wajah Ava ini dilakukan oleh seorang spesialis rekonstruksi wajah yang berasal dari University of Dundee, bernama Hew Morrison.
Dalam mengkonstruksi wajah asli Ava, Hew Morisson melakukannya secara detil dan teliti memanfaatkan semua teknologi yang bisa digunakan.
Mulai dari menggunakan formula antropologi untuk menghitung bentuk rahang bawah Ava yang hilang, hingga berapa kedalaman kulitnya.
Hew Morisson juga menggunakan grafik modern kedalaman rata-rata jaringan sebagai referensi.
Dari hasil pengujian disimpulkan bahwa sisa kerangka dan tulang-belulang tersebut merupakan milik seorang wanita muda dari ras Kaukasia yang diperkirakan berumur sekitar 18-22 tahun.
Dan setelah melakukan proses pengukuran yang detil, Hew Morisson kemudian membuat rekonstruksi dengan membangun kembali lapisan otot dan jaringan di wajah.
Morrison mengambil dari database gambar wajah beresolusi tinggi untuk membuat ulang fitur-fitur wajah yang kemudian disesuaikan dengan anatomi tengkorak yang berada di bawah otot wajah.
Pada tahap selanjutnya, Morisson kemudian menggunakan sebuah perangkat lunak di komputer untuk menjadikannya lebih spesifik untuk menggambarkan Ava.
“Ukuran bibir dapat ditentukan dengan mengukur enamel pada gigi, sedangkan ukuran mulut dari posisi gigi,” kata Morisson
“Melihat wajah individu dari masa lampau dapat memberikan kita kesempatan besar untuk mengidentifikasi nenek moyang kita sendiri,” ujar Morisson lebih lanjut.
Sementara itu, Maya Hoole yang bertindak sebagai pemimpin tim mengatakan,
“Saat memulai proyek ini, saya tidak tahu bagaimana akan bisa merekonstruksi wajah Ava. Tetapi kemudian saya didekati oleh begitu banyak orang-orang bertalenta dan antusias seperti Hew, yang membuat penelitian menjadi kenyataan.”
Dari situ, Maya Hoole berharap agar timnya dapat mengungkap lebih banyak lagi tentang kehidupan Ava pada zamannya.
Penasaran ?
Bagaimana kira-kira kecantikan Ava, Wanita purba dari jaman perunggu yang telah meninggal 3700 tahun yang lalu ?
Pelototi saja gambar berikut ini sebagaimana yang dimuat di laman National Geograpics:
Lihat juga :
