Kupas Tuntas Tentang Meningitis. Penyakit Langka Yang Merenggut Nyawa Olga Syahputra
Berbareng dengan berita meninggalnya Olga Syahputra, nama Meningitis tiba-tiba ikut naik daun.
Padahal yang namanya Meningitis ini sebenarnya sudah ada sejak lama.
Tetapi harap maklum saja, sebab meninggalnya Olga, dikabarkan karena disebabkan oleh penyakit Meningitis ini.
● Tentang Meningitis : Meningitis itu penyakit apa ?
Secara medis, Meningitis merupakan satu jenis penyakit sejenis infeksi yang mempengaruhi selaput halus ( membrane yang disebut meninges , baca: men-in'-jeez), yang menutup pada bagian otak dan atau sumsum tulang belakang.
● Penyebab penyakit Meningitis
Penyakit Meningitis hampir selalu disebabkan oleh karena adanya infeksi, baik oleh bakteri atau virus, yang sebenarnya dimulai di tempat lain dalam tubuh.
Misalnya terjadi pada bagian telinga, sinus, atau saluran pernapasan bagian atas.
Meningitis dalam kategori langka atau jarang bisa disebabkan oleh adanya infeksi jamur, gangguan autoimun (sistem kekebalan tubuh), dan obat-obatan.
● Jenis-Jenis penyakit Meningitis
Penyakit Meningitis berdasarkan penyebabnya dapat dibagi menjadi 3 jenis , yaitu :
1. Bakterial Meningitis
Meningitis ( karena ) Bakterial diketahui dapat menular. Terutama pada yang melakukan kontak tubuh dalam jarak dekat.
Meningitis karena bakteri merupakan penyakit yang sangat serius, sehingga membutuhkan perawatan medis dengan segera.
Pada pasien yang tidak ditangani secara cepat, dapat berakibat terjadinya kematian dalam hitungan jam . Atau sekurangnya akan terjadi kerusakan otak secara permanent atau pada bagian tubuh lainnya.
Bakterial Meningitis, utamanya disebabkan oleh :
- Bakteri Neisseria Meningitidis atau "Meningococcus", yang umumnya terjadi pada anak atau remaja.
- Bakteri Streptococcuspneumoniae atau "Pneumococcus" yang biasa menyerang juga pada anak-anak dan orang dewasa.
- Bakteri Haemophilus Influenzae Tipe b (Hib) merupakan bakteri yang menyebabkan Meningitis pada bayi dan anak-anak.
Pada banyak kasus, Meningitis lebih banyak disebabkan oleh aksi bakteri Neisseria Meningitidis dan Streptococcus Pneumoniae. Bakteri ini dapat menular melalui batuk dan bersin.
Dan dalam banyak kasus, Bakterial Meningitis akan terjadi ketika bakteri masuk ke dalam aliran darah dari sinus, telinga, atau bagian lain dari saluran pernapasan bagian atas.
Dari tempat-tempat tersebut, Bakteri ini kemudian ikut aliran darah , “berjalan” menuju ke otak.
Saat ini vaksin Meningitis yang disebabkan oleh bakteri Neisseria Meningitidis dan Streptococcus Pneumoniae, sebenarnya sudah ada di Amerika.
Vaksin ini dianjurkan untuk digunakan pada semua anak-anak dan orang dewasa yang memiliki risiko khusus terhadap penyakit ini.
2. Viral Meningtis
Meski Viral Meningitis ini lebih sering terjadi ( dibandingkan dengan Bakterial Meningitis ), namun penyakit Meningitis kategori ini tidak terlalu ganas. Pada banyak kasus orang yang terkena seranan penyakit ini akan sembuh sepenuhnya.
Pasien yang terkena Viral Meningitis, sangat kecil kemungkinannya mengalami kerusakan otak permanent ketika telah sembuh.
Viral Meningitis disebabkan oleh sejumlah virus, termasuk virus yang dapat menyebabkan diare.
3. Fungal Meningitis
Sedangkan pada Meningitis Fungal merupakan meningitis yang cukup jarang ditemui. Umumnya terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah.
Penyakit ini disebabkan oleh jamur atau fungi ( karena itu disebut dengan fungal meningitis) .
Meningitis karena serangan jamur ini lebih banyak terjadi pada orang yang memiliki masalah pada system kekebalan tubuhnya misalnya pada penderita AIDS, dan sangat jarang terjadi pada orang yang sehat.
● Gejala Meningitis
Gejala penyakit Meningitis terutama pada Bakterial Meningitis biasanya muncul secara tiba-tiba. Sedangkan pada Viral Meningitis dapat muncul tiba-tiba atau berkembang secara bertahap dalam beberapa hari. Misalnya, ditandai dengan munculnya gondok atau benjolan di leher.
● Gejala Umum penyakit Meningitis
Namun gejala yang paling umum yang dapat dilihat dari kedua jenis Meningitis ini antara lain :
- Timbulnya Demam
- Timbulnya Sakit kepala yang parah secara terus menerus, tidak berkesudahan
- Rasa Kaku dan nyeri pada leher, terutama ketika disentuhkan ke dagu.
- Muntah- Muntah
- Merasa Linglung dan terjadi penurunan tingkat kesadaran
- Timbul Kejang
● Gejala khusus penyakit Meningitis
Sedangkan gejala yang dapat dikategorikan sebagai kategori khusus antara lain :
- Timbul rasa lesu, otot terasa nyeri dan lemah, dan munculnya perasaan aneh (seperti kesemutan) atau kelemahan di sekujur tubuh.
- Terjadi perubahan sensitivitas mata, misalnya mata menjadi sakit ketika melihat cahaya terang.
- Muncul ruam kulit dan kesulitan berbicara.
- Pada bayi, gejala yang bisa muncul antara lain demam, selalu rewel, nafsu makan berkurang drastis, munculnya ruam pada , muntah- muntah, dan menangis menjerit-jerit.
Terkadang disertai pula dengan tubuh kaku, kejang serta munculnya bintik-bintik di kepala.
- Pada anak kecil yang terkena meningitis, gejalanya antara lain seperti sedang terserang penyakit flu (influenza), batuk, atau kesulitan bernapas.
- Pada orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dengan kondisi medis lain mungkin hanya mengalami sedikit sakit kepala dan demam. Atau merasa kurang energi.
● Siapa yang bisa terserang Meningitis?
Semua orang memiliki resiko dapat terserang hampir semua jenis Meningitis.
Namun penelitian menunjukkan bahwa beberapa kelompok usia memiliki tingkat lebih tinggi untuk terkena Meningitis daripada yang lain.
Kelompok usia yang rawan terhadap serangan penyakit Meningitis ini adalah:
- Anak-anak usia dibawah 5 tahun
- Remaja dan dewasa muda dengan usia antara 16-25 tahun
- Orang dewasa dengan usia di atas 55 tahun
Penelitian juga menunjukkan bahwa Meningitis lebih berbahaya pada orang-orang dengan kondisi medis tertentu, seperti limpa rusak atau hilang, penyakit kronis, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
● Tempat mana yang paling rawan terhadap serangan penyakit Meningitis ?
Karena disebabkan oleh bakteri, jamur atau virus, maka penyakit Meningitis bisa menular.
Penyakit meningitis ini bisa menimbulkan wabah pada tempat-tempat di mana orang tinggal dalam jarak dekat. Misalnya, di asrama mahasiswa dan barak tentara.
Begitu juga pada orang-orang yang bepergian ke daerah-daerah tertentu di Afrika, di mana Meningitis kerap terjadi.
Hanya saja, yang perlu diingat adalah , bahkan jika peluang seseorang untuk bisa terserang Meningitis lebih tinggi dari rata-rata ( beresiko tinggi ) , penyakit Meningitis masih bisa dikatakan sebagai penyakit yang jarang dan cukup langka.
Selain itu selalu saja ada langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko terkena serangan penyakit Meningitis ini.
Yang sangat penting, selalu jaga kebersihan dan kesehatan.
Simak juga :