Biasa Dikonsumsi, 5 Jenis Makanan Ini Sebenarnya Justru Tidak Boleh Diberikan Kepada Bayi
Semua ibu sebenarnya sudah tahu bahwa sebagai mahluk yang masih sangat rentan, bayi tidak boleh diperlakukan secara sembarangan, termasuk dalam hal makanan.
Karena itulah ibu yang benar-benar menyadari dan peduli, biasanya akan memberikan ASI sebagai makanan yang paling sehat dan paling aman untuk tumbuh kembang bayi.
Dan pastinya tidak akan ada ibu yang “cukup gila” memberikan makanan kepada bayinya secara sembarangan dan asal-asalan.
Namun ketika usia semakin bertambah, maka bayi juga butuh bahan makanan tambahan selain ASI untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya dan memacu pertumbuhannya.
Orang-orang kuno bilang, kalau hanya diberikan ASI, bayi akan terus menangis karena sudah tidak kenyang lagi.
Sehingga ibu kemudian memberikan beberapa bahan makanan tambahan yang dianggap bisa memenuhi kebutuhan bayi, namun juga dalam kategori “aman”.
Jaman dulu, ketika makanan tambahan kemasan untuk bayi belum sebanyak dan sepopuler seperti saat ini, masyarakat tradisional sering memberikan pisang kepada bayi untuk tujuan ini.
Bahkan hingga saat ini, pisang juga masih sering diberikan sebagai makanan tambahan bayi, terutama ibu-ibu yang tinggal pedesaan.
Dengan memberikan pisang kepada bayi, dipercaya akan membuat bayi merasa kenyang, sehingga tidak nangis-nangis lagi karena “kelaparan”.
Dan memang seperti itu faktanya.
Bayi yang diberi makanan tambahan berupa pisang oleh ibundanya, biasanya akan “dheleg-dheleg’, kekenyangan sehabis makan.
Karena konon – lagi-lagi kata orang tua – ususnya melar.
Karena memang masih dalam masa tumbuh kembang, sebenarnya sah-sah saja memberikan bahan makanan tambahan untuk bayi. Bahkan “wajib”, demi memenuhi kebutuhannya.
Hanya saja, masalahnya adalah, beberapa ibu terkadang malah tidak tahu, bahwa ternyata ada beberapa bahan makanan yang dianggap aman, yang biasa dikonsumsi saat ini, namun ternyata malah tidak baik untuk tumbuh kembang bayi.
Nah, sekarang ibu tanya pada diri sendiri, apakah ibu sudah tahu bahan makanan apakah ( yang dianggap aman dan sudah biasa diberikan kepada bayi ) yang sebenarnya ternyata malah tidak baik untuk tumbuh kembang bayi ?
Jika ibu sudah tahu..syukurlah..
Namun jika tidak, sebaiknya ibu simak di di bawah ini, beberapa bahan makanan yang tidak boleh diberikan kepada bayi karena tidak baik untuk tumbuh kembang bayi :
● Makanan yang manis-manis
Sepertinya sudah umum bagi para ibu memberikan kue-kue atau makanan penutup yang manis kepada bayinya, terutama sekali saat rewel atau menangis.
Namun tahukah ibu, jika makanan yang manis ini sebaiknya dihindari untuk diberikan kepada bayi ?
Sebabnya adalah adanya kandungan gula, pewarna buatan dan perasa buatan pada makanan tersebut tidak memberikan nutrisi dan gizi apapun kepada bayi.
Rasa makanan yang manis yang diberikan secara berlebih, akan menjadikan bayi terbiasa dengan makanan ini, sehingga akan berdampak pada kesehatannya di kemudian hari.
● Jus atau sari buah
Tampaknya makanan ini tidak hanya aman tetapi juga menyehatkan, sehinga biasa dikonsumsi.
Bagi anak yang sudah cukup besar atau orang dewasa mungkin iya.
Namun ketika diberikan kepada bayi justru bisa sebaliknya.
Harap ibu tahu bahwa sari buah ( atau sering disebut jus buah ) memang berasal dari buah. Namun serat dari buah biasanya hilang ketika berada dalam jus.
Dan sebaliknya, jus buah justru lebih banyak mengandung gula bila dibandingkan dengan kandungan buahnya sendiri.
Adanya gula ini akan mempercepat proses pencernaan, sehingga tubuh bayi tidak punya waktu yang cukup untuk menyerap nutrisi. Akibatnya bayi akan lebih beresiko terserang diare.
Karena itu jika ibu sudah terbiasa memberikan sari buah pada bayi saat ini, sebaiknya hentikan kebiasaan ini.
● Bahan Makanan olahan
Bahan makanan olahan yang dimaksud disini misalnya adalah sosis, nuget dan sejenisnya.
Karena gerusan modernisasi dan globalisasi, sekarang ini, kayaknya bahan makanan olahan ini sudah begitu umum diberikan dan dikonsumsi oleh bayi.
Padahal yang wajib ibu ketahui adalah, meski makanan olahan ini terkesan modern dan keren ( sehingga banyak digemari ), namun makanan olahan tidak memiliki gizi yang baik.
Bahkan biasanya malah mengandung zat adiktif yang tidak sehat.
Wajib ibu ketahui pula bahwa ( hukumnya ) semakin banyak proses yang dikenakan pada makanan, maka nilai gizinya akan cenderung turun, sedangkan kandungan gula, garam dan lemaknya justru cenderung naik.
Bahan makanan olahan adalah bahan makanan yang terburuk untuk diberikan kepada bayi.
Karena itu wajib dihindari.
● Minuman bersoda
Hampir mirip dengan makanan olahan.
Karena sering dianggap modern dan keren, minuman bersoda juga sering diberikan kepada bayi.
Coba..apa yang ibu berikan kepada bayi ketika kebetulan makan keluar di restoran cepat saji. Umumnya dan biasanya minuman bersoda bukan ?
Tidak hanya miskin nutrisi, mminuman bersoda, karena kandungan gulanya yang begitu tinggi juga akan merusak pertumbuhan gigi bayi.
Repotnya, cukup banyak ibu yang tidak tahu tentang hal ini. Atau, sudah tahu, tetapi cukup nekat untuk memberikannya kepada bayi.
Ada sebuah survey di negara Amerika yang hasilnya sangat mengejutkan.
Dari 3.000 keluarga yang disurvey menyatakan bahwa para orangtua sudah terbiasa memberikan minuman bersoda pada bayi, bahkan ketika usianya baru 7 bulan.
● Kerupuk
Bahan makanan yang satu ini juga tidak kalah seringnya diberikan kepada bayi oleh ibunya, terutama sekali di daerah pedesaan.
Padahal, meskipun terasa renyah dan gurih, kerupuk faktanya tidak memberikan gizi dan nutrisi apapun kepada bayi.
Sebaliknya, kandungan minyak yang tinggi pada kerupuk akan menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan bayi.
Kerupuk juga memiliki kandungan garam yang tinggi. Berlebihnya asupan sodium ini pada gilirannya dapat merusak kerja ginjal bayi.
Nah itulah 5 jenis makanan yang tidak boleh diberikan kepada bayi. Jenis makanan tersebut boleh dikatakan sebagai bahan makanan terburuk untuk bayi, sehingga wajib dihindari, sebab sangat tidak baik untuk tumbuh kembang bayi.
Lihat juga :
