Mak Dan Sis Wajib Tahu Apa Itu Shiba Inu Yang Dapat Beri Untung Hingga Miliaran, Tapi Seperti Ini Fatwanya
Apa Itu SHIBA INU ?
Jika belakangan ini Mak dan Sis hanya nyibuk “ngeleker” saja, tentu
akan “plonga-plongo” – gagal faham, jika kebetulan ngerumpi sama Mak
dan Sis gaul yang kemudian menyebut-nyebut tentang Shiba Inu.
Nah bener kan ? …Plonga-plongo ! Shiba Inu, ... itu apa sih ?
Bagi Mak dan Sis yang sedang hamil dan menunggu kelahiran buah hati, mungkin
selintasan pernah dapat ide kalau kata “Shiba” ( atau variasinya Shibaa ) itu
cukup indah untuk dijadikan nama bayi perempuan, terutama ketika ditempatkan
di tengah-tengah.
Kata Shiba, selain berkesan Islami, dapat dimaknai sebagai doa agar bayi
perempuan nantinya menjadi wanita yang istimewa, baik dan ramah. Arti kata
Shiba sendiri adalah Kerinduan.
Please simak juga :
Agar bayi kelak dikaruniai kebaikan, panjatkan doa ini ketika kandungan
berusia 4 bulan
Atau yang kebetulan suka animee Jepang atau faham full tentang huruf kanji,
langsung ngeh kalau itu pasti anjing lucu dari Jepang.
Sebab "shiba (しば)" memang merupakan kata yang berasal dari bahasa Jepang
yang berarti rumput, tanah, gambut. Sedangkan kata "inu (いぬ)" berarti
anjing.
Dan memang benar, kalau Mak dan Sis buka-buka Wikipedia, Shiba Inu (柴犬,
Anjing Shiba) adalah anjing ras yang paling populer di Jepang, karena selain
memang imut, anjing ini memang asli Jepang dan sudah ada sejak zaman kuno.
Tapi bukan Shiba Inu itu yang dimaksud.
Sebab yang dimaksud disini adalah Shiba Inu yang bisa memberikan untung hingga
miliaran rupiah bagi pemiliknya.
Nah, sekarang Mak dan Sis yang biasa pegang doku(men) alias fulus alias
duit pasti jadi ngiler bin ngeces dengar Shiba Inu yang bisa memberikan
keuntungan berlipat-lipat bagi pemiliknya !
Ini simak juga :
Inilah dompet pintar, cocok bagi yang hobi belanja
Pengertian Shiba Inu
Shiba Inu yang bisa memberikan untung hingga miliaran bagi pemiliknya yang
dimaksud disini adalah salah satu crypto currency ( mata uang kripto ) yang
belakangan ini sedang – tidak hanya naik daun – tapi bahkan meroket nilainya.
Mak dan Sis sudah tahu kan, apa itu crypto currency atau mata uang kripto ?
Mata uang kripto adalah aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai
media pertukaran yang menggunakan kriptografi yang kuat untuk mengamankan
transaksi keuangan, mengontrol proses pembuatan unit tambahan, dan
memverifikasi transfer aset. (Wikipedia)
Halahh …. daripada jadi puyeng dengan definisi di atas, kripto currency
atau mata uang kripto gampangannya versi emak-emak adalah mata uang digital
yang digunakan di dunia (mbak) Maya, alias internet.
Ada nilainya, tapi ndak bisa dipegang barangnya !
Ada ribuan mata uang kripto, seperti dogecoin, ehtereum, litecoin, ripple,
stellar, cardano, tether, monero, tron, dan lain sebagainya. Tapi yang paling
terkenal selama ini tentu saja adalah Bitcoin yang dibuat dan diadakan pada
tahun 2009 oleh pengembang Satoshi Nakamoto.
Jadi, seperti lainnya, Shiba Inu adalah salah satu mata uang kripto, yang
diluncurkan oleh seorang yang menggunakan nama samaran “Ryoshi” yang diyakini
berasal dari Negara tirai bambu China pada pada bulan Agustus 2020.
Nama mata uang kripto ini memang mengacu kepada nama salah satu jenis anjing
dari Jepang seperti yang disebut di atas “ Shiba Inu”, logonya juga berupa
anjing Shiba Inu.
Secara harfiah Shiba Inu diambil dari kisahJepang kuno. Dimana pada jaman
dulu, ada seekor anjing yang sangat istimewa bernama Shiba Inu.
Kripto Shiba Inu terdaftar di platform pertukaran crypto utama Coinbase pada
16 September 2020.
Dan gokilnya, seolah tahu mata uang kripto miliknya ini nantinya mampu
melindas mata uang kripto lainnya, sejak semula Ryoshi memperkenalkan Shiba
Inu dengan sebutan 'Dogecoin Killer' atau Pembunuh Dogecoin. ( Sangar ya…)
Dogecoin sendiri adalah mata uang kripto yang ditemukan oleh seorang insinyur
perangkat lunak bernama Billy Markus, dan diperkenalkan pada 6 Desember 2013,
yang kemudian dengan cepat mengembangkan komunitas online-nya sendiri,
mencapai kapitalisasi pasar sebesar US $ 70.355.561.773 pada 16 April 2021.
Mata uang kripto Dogecoin juga punya logo anjing, persis seperti logo Shiba
Inu.
Padahal, mata uang kripto yang pada awalnya diperdagangkan dengan nama SHIB
ini, untuk 1 (satu) koin Shiba Inu hampir tidak ada harganya. Bahkan
digolongkan sebagai koin meme atau lelucon.
Shiba Inu merupakan token meme terdesentralisasi yang berkembang menjadi
ekosistem yang dinamis. Koin kripto Shiba Inu dimulai sebagai spin-off dari
Dogecoin, sebuah meme coin yang lebih utama yang dibuat sebagai sindiran
terhadap Bitcoin.
Volume perdagangan Shiba Inu kemudian mulai naik setelah masuk ke platform
perdagangan cryptocurrency OKEx dan Binance.
Perbedaan Shiba Inu dan Dogecoin
Menurut Ryoshi, perbedaan yang paling mencolok antara Dogecoin dan Shiba Inu
yang paling mencolok yakni teknologi SHIB yang cenderung lebih digerakkan oleh
komunitas.
Ryoshi mengumumkan bahwa nilai dari Shiba Inu yang jauh lebih kecil ketimbang
Dogecoin. "Kami memiliki kemampuan untuk melampaui nilai dari dogecoin secara
eksponensial, tanpa harus melampaui batasan 0,01 dollar AS," tulis Ryoshi
dalam woofpaper SHIB, atau dokumen perkenalan yang dibuat oleh pencipta aset
kripto yang biasa disebut dengan white paper.
Perbedaan lainya adalah Shiba Inu memiliki ekosistem yang terdiri atas
pengembang atau developer, pemegang koin, serta penggemar yang disebut dengan
Shib Army.
Masih menurut Ryoshi, koin Shiba Inu merupakan 'anjing luar biasa', ia juga
membujuk agar orang-orang melakukan donasi ke Shiba Inu Rescue Association.
Ryoshi mengklaim, pihaknya tak memegang sepeser pun koin Shiba Inu.
Ia pun memberikan sebanyak 50 persen dari ketersediaan koin Shiba Inu kepada
pencitpa Ethereum Vitalik Buterin setelah koin tersebut diciptakan.
Awal Mula dan Penyebab Naiknya Nilai Mata Uang Kripto Shiba Inu
Volume perdagangan Shiba Inu mulai melonjak setelah masuk ke platform
perdagangan cryptocurrency OKEx dan Binance.
Para trader China turut berkontribusi terhadap lonjakan harga Shiba Inu
melalui platform perdagangan aset kripto asal China, Huobi.
Harga Shiba Inu sebenarnya sempat turun ratusan persen dan kemudian turun
secara perlahan hari demi hari. Namun, pada hari-hari terakhir ini, harga
kripto Shiba Inu yang dulunya merupakan meme ini kembali naik, bahkan mencetak
rekor.
Menurut para pengamat, naiknya nilai Shiba Inu terjadi selama pandemi
Covid-18, sebab tidak bisa dipungkiri jika minat terhadap mata uang digital
memang melonjak selama pandemi Covid-18 telah membantu menjaga nilainya tetap
tinggi.
Kenaikan pada koin Shiba Inu mengikuti kenaikan mata uang digital secara
keseluruhan.
Namun meroketnya nilai Shiba Inu secara gila-gilaan ini terjadi tak lain
setelah Mas Elon – eh… salah – Elon Musk yang notabene bos Tesla mengunggah
cuitannya di medsos.
Elon Musk mengunggah foto anak anjing miliknya yang bernama Floki yang sedang
berada di mobil Tesla, lengkap dengan keterangan "Floki Funkpuppy".
Dari foto unggahan tersebut, terlihat jelas jika anak anjing milik Elon Musk
itu merupakan keturunan ras anjing Jepang paling populer, Shiba Inu.
Meski sebenarnya Elon Musk sama sekali tidak menyinggung soal keberadaan mata
uang kripto Shiba Inu. Namun, karena koin Shiba Inu memiliki nama dan logo
gambar anjing yang sama persis seperti Floki, membuat harga koin Shiba Inu
ikut melejit.
Ditambah lagi dengan kicauan para investor kripto yang berbondong-bondong
membeli koin Shiba Inu ini, yang terlihat dari volume trading koin Shiba Inu
yang melonjak hingga 770 persen hanya dalam satu hari.
Setelah itulah nilai kripto Shiba Inu seolah tak terbendung.
Naik sekian persen, naik lagi sekian puluh persen, naik lagi sekian ratus
persen dan naik-naik terus secara gila-gilaan. Udah susah kehitung sampai
berapa persen naikknya.
Menurut CoinGecko, sebagaimana dilansir CNN Business, menyebutkan koin Shiba
Inu melonjak lebih dari 60.000.000 % (Baca : Enam Puluh Juta Persen) dalam
setahun terakhir !!! Ruarrrr Biasa…
Dan sebagaimana dikutip dari Fortune, pada Kamis (7/10/2021), berdasarkan data
CoinGecko, nilai pasar Shina Inu berada di atas 10 miliar dollar AS.
Kapitalisasi pasar Shiba Inu saat ini mencapai US$31,084 miliar. Shiba Inu pun
menjadi mata uang kripto terbesar ke-20 di dunia.
Bahkan data selanjutnya yang dilansir Bloomberg, kripto Shiba Inu melonjak ke
rekor tertinggi selama akhir pekan untuk menjadi cryptocurrency terbesar ke-11
berdasarkan nilai pasar.
Data terakhir yang dikutip pada Kamis 28 Oktober 2021, menurut Coinmarketcap,
Shiba Inu kini memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$44,33 miliar.
Berada diperingkat 8 sebagai cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar terbesar
di dunia.
Menurut Coinmarketcap Return On Investment (ROI) Shiba Inu sudah mencapai
4.656.373,7%.
Menurut WhaleStats di mana pengguna bisa menemukan transfer koin yang terjadi,
selama periode ini, terdapat transfer Shiba Inu dalam jumlah yang amat sangat
besar, yaitu sebanyak 6.178.758.122.373.372 SHIB ! 6 Triliun lebih koin Shiba
Inu !
Transfer ini terjadi tepat sebelum terjadinya lonjakan Shiba Inu.
Setelah diperiksa lebih dekat dengan Etherscan, Coin Quora mengklaim bahwa
6.000 triliun lebih koin Shiba Inu ini bahkan ditransfer berulang kali.
Koin-koin tersebut dipindahkan beberapa kali lagi sampai masuk ke dompet lain
yang tidak dikenal.
Komunitas memperkirakan ini adalah transaksi dari penggemar berat token meme
-- Elon Musk.
Sebab bukan merupakan rahasia lagi jika Elon Musk termasuk orang yang percaya
pada potensi cryptocurrency.
Sekarang koin tersebut digunakan untuk pembayaran oleh beberapa tim olahraga
dan teater. Mata uang kripto ini bahkan telah dimiliki oleh beberapa orang
terkenal, mulai dari mantan anggota boyband hingga para atlet profesional.
Konon ada seorang yang memiliki koin Shiba Inu (SHIB), dimana pada awalnya
hanya bermodal $3.400, dengan adanya lonjakan nilai Shiba Inu yang
gila-gilaan, orang ini akhirnya bisa meraih untung hingga $1,55 M.
Fantastis bukan ?
Nah, setelah tahu apa itu Shiba Inu Mak dan Sis jadi kemecer dan ngiler ya?
Trus jadi nanya-nanya : gimana cara mendapatkan dan beli Shiba Inu untuk
investasi supaya dapat untung besar ?
Coba buka ini :
Peluang bisnis rumah tangga menjanjikan ! 10 langkah mudah untuk membuat
Nata de Aloe
Cara Mendapatkan dan Membeli Shiba Inu
Sebagaimana disinggung di muka, Shiba Inu merupakan koin terdesentralisasi,
yang berarti dapat dibeli dari pasar peer-to-peer (DEX) mana pun seperti
Uniswap, yang merupakan pertukaran kripto terdesentralisasi terkemuka.
Shiba Inu juga semakin banyak tersedia di CEX (pertukaran terpusat), tetapi
Mak dan Sis harus memastikannya aman dan terjamin.
Jika ingin menghindari risiko, kripto Shiba Inu dapat dibeli langsung dari
sumbernya melalui ShibaSwap. Selain itu, untuk membeli koin Shiba Inu dapat
dilakukan di beberapa platform aplikasi trading diantaranya adalah:
1. Binance
2. Crypto.com
3. Atomic Wallet
4. Voyager
5. SevenB
6. KuCoin
7. Indodax
Kabarnya, salah satu cara termudah untuk membeli koin Shiba Inu untuk
investasi adalah menggunakan aplikasi Indodax.
Cara membeli koin Shiba Inu di Indodax menurut situs resmi mereka:
1. Login Ke Aplikasi Indodax
2. Lakukan Deposit.
Masuk ke menu Funds, klik tombol Dompet IDR. Masukkan dana deposit yang
disetorkan. Lalu lakukan pembayaran.
3. Membeli Koin USDT.
Ini karena koin SHIB belum bisa dibeli menggunakan IDR secara langsung.
Pembelian koin SHIB harus menggunakan koin USDT.
Namun, agar bisa menghasilkan kripto, Mak dan Sis harus melakukan penambangan
atau mining.
Meski demikian walau udah ngeces dan ngiler, Mak dan Sis jangan buru-buru beli
Shiba Inu untuk investasi atau trading – terutama jika belum
ngeh dengan uang digital kripto atau crypto currency. Sebab meski
terkesan amat sangat menggiurkan, mata uang kripto Shiba Inu ini juga ada
resiko dan bahayanya.
Resiko dan Bahaya Koin Shiba Inu
Meski menurut laman resmi Shiba Inu, shibatoken.com, Token Shiba Inu adalah
mata uang dasar yang memungkinkan investor menyimpan jutaan, miliaran, atau
bahkan triliunan di dompet mereka yang diakui secara internasional dan
utilitasnya yang sah, namun menurut para pakar, Shiba Inu juga memiliki resiko
dan bahaya, diantaranya :
1. Legitimasi Shiba Inu Masih Dipertanyakan
Meski makin populer dan diminati, masih sedikit informasi yang bisa diketahui
tentang kripto Shiba Inu ini, termasuk kegunaan dan fundamentalnya sendiri.
Sebagaimana penjelasan Dauglas Boneparth, President Bone Fide Wealth, yang
dikutip dari CNBC International menyatakan : "Sebelum berinvestasi pada
cryptocurrency, penting untuk mengerti apa yang mereka investasikan dan
risikonya, jangan ikuti arus."
Sebagai informasi, di Indonesia mata uang kripto masih dilarang untuk
digunakan sebagai alat bayar. Saat ini, aset kripto diregulasi oleh Badan
Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan
lewat Peraturan Bappebti No 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik
Komoditi di Bursa Berjangka.
Ini artinya, risiko kripto Shiba Inu cukup tinggi.
2. Di dunia nyata koin kripto masih kurang digunakan untuk transaksi
Sebagian koin di pasar crypto masih meragukan kurangnya utilitas dunia nyata.
Setelah lebih dari setahun sejak diluncurkan, direktori bisnis online
Cryptwerk mencatat bahwa hanya 88 perusahaan - yang sebagian besar tidak
dikenal - yang mene&. Rata-rata hanya ditahan kurang dari seminggu
3. Secara historis, keuntungan jangka pendek tidak bertahan
Tidak ada yang salah untuk investasi pada cryptocurrency. Namun mengingat
volatilitas yang sangat keras, bisa naik dan turun sekian jam atau bahkan
menit, harus ada perhitungan dan riset lebih jauh soal momentum yang tepat
berinvestasi. Intinya, jangan sampai hanya ikut-ikutan.
Para ahli memperingatkan bahwa setiap investasi cryptocurrency dapat
mengakibatkan hilangnya seluruh investasi.
Mereka umumnya merekomendasikan agar kalian hanya menginvestasikan dana di
mana kalian mampu menerima ketika dana itu hilang sama sekali.
Selain itu jika Mak dan Sis seorang muslimah, tentunya wajib memperhatikan
fatwa MUI ( dan juga NU ) tentang kripto Shiba Inu ini.
Apa Fatwa MUI dan NU tentang Kripto Shiba Inu ?
Jauh sebelumnya, pada 28 Desember 2017, lembaga Fatwa Darul Ifta Al-Azhar
Mesir merilis lebih dulu kajian tentang Bitcoin.
Menurut Al-Azhar, berdasarkan kajian Bitcoin itu berstatus haram secara
syariat. Ditemukan unsur gharar yang dimana sesuai istilah fikih yang
mengindikasikan adanya keraguan, pertaruhan (spekulasi), dan ketidakjelasan
yang mengarah merugikan salah satu pihak.
Selang satu bulan setelah fatwa Al Azhar, MUI melalui Prof. K.H. Muhammad
Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D. yang merupakan Ketua Bidang Pengurus MUI Pusat
menjelaskan Bitcoin memiliki dua hukum terpisah yakni mubah dan haram.
Mubah dalam hal ini digunakan sebagai alat tukar bagi dua pihak yang saling
menerima.
Sementara hukum haram diberlakukan jika Bitcoin digunakan sebagai investasi.
Sedangkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur yang melakukan
diskusi atau bahtsul masail pada hari Minggu, 24 Oktober 2021.mengeluarkan
fatwa bahwa penggunaan cryptocurrency atau mata uang digital yang dijamin
dengan kriptografi sebagai alat transaksi adalah haram.
Sebaiknya baca juga :
Apa Itu Azaria ? Bisnis Azaria Itu Halal Atau Haram ?