Ingin Tas Kulit Awet ? Ini Tips Mudah Menyimpan Tas Kulit Agar Tidak Cepat Rusak
Meski saat ini sudah ada begitu banyak aksesories yang dibuat bahan sintetis ( bahasa yang lebih halus untuk menyebut imitasi ) namun aksesories yang terbuat dari kulit asli tetap saja memiliki penggemar fanatik.
Dibandingkan dengan bahan-bahan sintetis, dan dengan segala kelebihan dan kekurangannya, aksesories yang terbuat dari kulit – termasuk tas kulit – tetap memiliki kelas tersendiri.
Daya tahan dan keawetan biasanya menjadi alasan dan daya tarik utama untuk menggunakan tas berbahan kulit.
Bagaimanapun juga tas yang berbahan kulit asli memiliki daya tahan yang jauh lebih lama, ibaratnya hampir seumur hidup, aksesories yang terbuat dari kulit ( asli ) masih tetap bisa dan layak digunakan.
Namun demikian yang namanya “barang” tentu saja akan mengalami kerusakan. Terlebih lagi jika kurang tepat dalam perawatannya.
Bahkan jika tidak tepat dalam perawatan, tas berbahan kulit malah lebih cepat rusak.
Karena itu perawatan tas yang berbahan kulit menjadi sangat penting.
Nah jika ingin tas kulit anda awet, berikut beberapa tips mudah dalam merawat dan menyimpan Tas Kulit agar tidak cepat rusak :
- Pertama dan utama, produk berbahan kulit tidaklah tahan air atau waterproof.
Ini sangat berbeda dengan bahan imitasi, yang beberapa diantaranya malah sangat tangguh terhadap air.
Karena itu jaga dan hindarkan dari terkena air.
Kulit yang terkena air akan menjadi lunak, sehingga mudah menjadi robek. Dan akan menjadi lebih kaku ( jawa : njepiping ) ketika telah kering.
- Dalam hal ini termasuk juga agar jangan sampai lembab.
Ketika kondisi lembab, pada tas kulit akan cenderung muncul jamur, sekurangnya flek pada permukaan kulit.
Adanya jamur /flek, selain akan mengurangi keindahan tas, juga lama-lama menjadikan bahan kulit lebih rapuh.
Untuk menghindari munculnya jamur atau flek maka hindari tempat penyimpanan yang tertutup dan lembab. Atau secara berkala keluarkan tas kulit dari tempat penyimpanannya dan angin-anginkan.
- Tas berbahan kulit lebih mudah dalam penyerapan, termasuk dalam menyerap warna atau noda.
Karena itu hindari tas berbahan kulit dari noda tinta pulpen atau sejenisnya.
- Jangan sampai terkena api atau panas yang berlebih
Tas berbahan kulit sangat mudah terbakar oleh api, karena itu jaga agar terhindar dari sumber api dan atau panas yang berlebih.
Tetapi bagaimana jika tas kulit tersebut terlanjur terkena air, kehujanan misalnya ?
Jika memang sampai terlanjur terkena air berikut langkahnya :
- Segera keringkan, namun jangan dijemur langsung dibawah sinar matahari ( nanti malah kaku ).
Cukup lap dengan menggunakan kain yang bersih dan kering, setelah itu angin-anginkan hingga cukup kering.
- Setelah kering cukup olesi dengan lotion.
- Masukkan ke dalam plastik penyimpan, dan idealnya tempatkan gel anti jamur di dalam plastik penyimpan untuk menghindari pertumbuhan jamur.
Nah, seperti itulah tips mudah dalam menyimpan tas kulit. Dari pengalaman dengan cara tersebut tas kulit menjadi lebih awet dan tidak cepat rusak.
Lihat juga model tas yang selalu ngetrend ini: