Bolehkah Wanita Hamil Mengenakan Sepatu Berhak Tinggi Atau High Heels ?
Bolehkah Wanita Hamil Mengenakan Sepatu Berhak Tinggi Atau Highheels ?
Jika pertanyaan di atas dilontarkan kepada sekumpulan wanita, jawabannya pasti ada 2. Ada yang pro dan ada yang kontra.
Bagi yang pro – biasanya para wanita yang sangat peduli pada mode dan penampilan – akan menjawab :
“ kenapa tidak boleh ? bukankah itu hak setiap wanita untuk mengenakan sepatu berhak tinggi agar bisa terlihat lebih tinggi jenjang dan tampil lebih anggun dan menawan ? Yang penting hati-hati”
Sedangkan bagi yang kontra akan menjawab :
“ jangan, mengenakan sepatu berhak tinggi akan membahayakan kesehatan wanita hamil”.
Dan jika perdebatan ini diteruskan dan diperpanjang maka tidak akan ada habisnya.
Yang kata Nagabonar, bagaikan mencari ketiak ular !
Jadi, dari pada berpanjang lebar, ada baiknya disimak apa “kata” buku Pregnancy Questions And Answers, 2009, dari Daphne Metland dkk (tim BabyCentre.co.uk), tentang beberapa dampak buruk mengenakan sepatu berhak tinggi (high heels) bagi wanita yang sedang hamil.
Apa saja itu ? Ini dia dampak buruknya :
● Dapat menyebabkan peregangan jaringan pengikat sendi
Peregangan jaringan pengikat sendi biasanya karena posisi kaki terutama pada bagian tumit “ditarik” ke atas dan dipaksakan mengencang atau tertarik ke atas karena mengenakan highheels.
Dan hal ini lebih mungkin terjadi pada wanita yang sedang hamil.
Pasalnya pada wanita yang sedang hamil, kondisi ligament atau jaringan pengikat sendi biasanya mengalami pelunakan.
● Lebih beresiko mengalami keseleo kaki
Ketika seorang wanita hamil, berat tubuh umumnya akan meningkat secara drastis, bahkan bisa jadi hampir dua kali lipat. Hal ini akan berakibat kepada keseimbangan tubuhnya menjadi kurang baik dan lebih mudah kehilangan keseimbangan.
Ketika wanita yang sedang hamil mengenakan sepatu hak tinggi (high heels) maka persebaran berat badan menjadi tidak merata karena kaki dalam posisi berjinjit. Sehingga tentu saja akan lebih beresiko untuk “kejengklok” dan keseleo.
● Lebih beresiko terhadap terjadinya trauma bahkan keguguran
Parahnya jika sampai jatuh, dapat berakibat pada kondisi bayi yang dikandungnya, hingga terjadi trauma, bahkan bisa mengalami keguguran.
● Dapat menyebabkan posisi tulang pinggul dan tulang belakang berubah
Mengenakan sepatu berhak tinggi – terutama dalam waktu lama – juga dapat merubah postur tubuh saat berjalan. Sedangkan berat tubuh wanita sedang bertambah dan jaringan pengikat sendi sedang mengalami pelunakan.
Pada akhirnya dapat mengakibatkan berubahnya posisi tulang pinggul dan tulang belakang menjadi tidak sesuai lagi dengan aslinya.
● Menyebabkan terjadinya peregangan otot-otot di daerah pinggang
Dampak buruk diatas kemudian “merambat” ke bagian atasnya, bagian pinggang. Sebab bagaimanapun juga, pinggang berhubungan dengan otot kaki.
Dampak buruk pada kaki dan pinggul – terutama rasa nyeri – karena menahan beban yang lebih berat, juga akan terasa pada pinggang.
Otot-otot pada bagian pinggang juga akan mengalami peragangan hingga terasa sakit dan nyeri.
● Berakibat timbulnya rasa nyeri punggung bawah
Dengan adanya beban tambahan berupa janin dalam kandungan, maka wanita hamil cenderung “dipaksa” untuk membusungkan badannya ke arah depan sehingga pusat beban dari perut berada di punggung belakang bagian bawah.
Posisi ini saja sudah menyebabkan punggung bawah terasa “kemeng”. Dan ketika ditambah dengan "jinjit" karena highheels, yang membuat wanita hamil berusaha menegakkan tubuh dengan cara meregangkan otot punggung, maka rasa nyeri pada punggung bawah lebih mungkin terjadi.
● Terjadinya kaku otot secara permanen memicu munculnya varises
Nah, ketika semua bagian tubuh di atas telah “berubah” dan terganggu secara terus menerus maka dapak selanjutnya adalah terjadinya kaku otot secara permanen. Terutama pada otot betis, tumit dan paha.
Sebab bagian kaki inilah yang memang menjadi tumpuan saat mengenakan sepatu berhak tinggi.
Kekakuan ini akan menjadikan wanita hamil merasa cepat lelah, sering kaku otot dan mempercepat munculnya varises.
● Bisa menyebabkan berubahnya posisi Janin dan mempersulit proses persalinan
Dampak buruk yang terakhir – ketika semua hal di atas telah terjadi – adalah bisa menyebakan berubahnya posisi janin.
Dan ketika posisi janin berubah, dikhawatirkan akan mempersulit proses persalinan secara normal, yang terkadang harus terpaksa dilakukan operasi caesar.
Lihat juga :
Nah, itulah beberapa dampak buruk yang mungkin terjadi ketika wanita hamil mengenakan sepatu berhak tinggi atau hihgheels.
Setelah mengetahui resiko yang bisa ditimbulkan maka alangkah baiknya jika wanita hamil menjadi lebih bijaksana saat akan memutuskan untuk mengenakan sepatu hak tinggi ini.
Namun keputusan akhir kembali pada pribadi masing-masing, tentu saja dengan segala resiko yang harus ditanggungnya.
Simak juga :