-->

Apa Itu Virus Zika : Penularan, Pengobatan Dan Pencegahan Penyakit Zika


Entah apa yang sedang terjadi, pada beberapa tahun belakangan ini ada begitu banyak jenis virus baru atau virus lama yang “tiba-tiba bermunculan kembali”, yang kemudian menimbulkan wabah dan merenggut banyak korban jiwa. 

Belum juga masalah virus Ebola yang tertangani secara tuntas, yang paling baru adalah dengan munculnya virus Zika atau penyakit Zika. 


Data hingga saat ini menyebutkan sudah terdapat 18 negara – yang kebanyakan terletak di kawasan Amerika Latin dan Karibia antara lain : Brasil, Barbados, Kolombia, Ekuador, El Salvador, French Guiana, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Meksiko, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname dan Venezuela, yang melaporkan adanya kasus infeksi virus Zika ini. 

Meski saat ini virus Zika belum “menyerbu” Indonesia, namun pihak berwenang menghimbau agar masyarakat Indonesia tetap mewaspadai terhadap kemungkinan terinfeksi dan terjadinya wabah virus Zika. Karena ketika terjadi, akibatnya tidak bisa dipandang sebelah mata. 
Terutama, diduga kuat akan sangat berdampak pada wanita yang sedang hamil. 
Sedangkan hingga saat ini, vaksin dan obat untuk virus Zika ini memang belum ada. 

● Apa itu virus Zika ? 

Virus Zika yang menyebabkan Penyakit Zika sebenarnya pertama kali diketahui pada sekitar tahun 1950, terjadi di daerah khatulistiwa Afrika dan Asia. 

Virus Zika adalah merupakan sejenis virus dari keluarga flaviviridae dan genus flavivirus. 

Sebagaimana virus yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah ( DBD ), virus Zika dibawa dan disebarkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. 

Di saat nyamuk Aedes yang membawa Virus Zika ini menggigit dan kemudian menginfeksi, maka dapat menyebabkan penyakit yang disebut dengan demam Zika atau penyakit Zika. 
Menurut penelitian, demam Zika atau Penyakit Zika ini memiliki keterkaitan dengan demam kuning dan virus Nil Barat yang dibawa oleh flavivirus bawaan artropoda yang lain. 

Pada 2014, virus Zika diketahui menyebar ke timur, melintasi Samudra Pasifik ke Polinesia Perancis, kemudian ke Pulau Paskah. 
Kemudian pada tahun 2015, virus ini menyebar ke Amerika Tengah, Karibia. 
Pada awal tahun 2016 ini, virus Zika telah menyebar ke wilayah Amerika Selatan dam menjadi wabah besar. 

Hingga akhirnya CDC atau Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit negara Amerika Serikat mengeluarkan panduan perjalanan yang menuju negara-negara yang telah tejangkit wabah virus Zika. 
Termasuk panduan untuk langkah pencegahan yang dipertingkatkan dan pertimbangan untuk menunda kehamilan bagi wanita. CDC juga telah mengeluarkan peringatan perjalanan (Level 2-Praktek Peningkatan Kewaspadaan) bagi orang-orang yang bepergian ke daerah dan negara tertentu di mana penularan virus Zika sedang berlangsung. 

apa itu virus zika

Badan kesehatan dari beberapa negara lainnya juga telah mengeluarkan peringatan yang serupa. 
Sebagai contoh, pada bulan Mei 2015, Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) telah mengeluarkan peringatan konfirmasi infeksi virus Zika ini di Brasil. 
Wabah virus Zika di negara Brasil dilaporkan hingga menyebabkan Sindrom Guillain Barre dan menyebabkan wanita yang sedang hamil melahirkan bayi dengan cacat lahir dan kualitas kehamilan yang buruk. 

● Penyebaran dan penularan Virus Zika 

Diketahui Virus Zika ini penyebaran dan penularannya dibawa melalui gigitan Aedes Aegypti., nyamuk yang sama yang menularkan virus penyakit demam berdarah dan penyakit Chikkungunya. 

nyamuk aedes pembawa virus zika

Nyamuk Aedes ini memiliki kebiasaan bertelur di dan dekat air yang tergenang, seperti ember, mangkuk, piring hewan, pot bunga dan vas. 
Nyamuk Aedes ini lebih agresif menggigit mangsa di siang hari. 
Ketika nyamuk yang telah membawa dan terinfeksi virus Zika ini “mencari makan “ dan menggigit orang, maka virus Zika dengan serta merta dapat masuk dan menginfeksi orang yang tergigit. 

Meski infeksi virus Zika dianggap berbahaya bagi wanita hamil, dimana seorang ibu yang sudah terinfeksi virus Zika di saat dekat waktu persalinannya diduga kuat dapat menularkan virus Zika kepada bayinya di saat waktu kelahiran, namun sejauh ini kasus seperti ini sangat jarang terjadi. 
Demikian pula, belum terdapat laporan tentang adanya bayi yang terinfeksi virus Zika melalui ASI yang dikunsumsinya. Karena itu, ibu-ibu tetap disarankan untuk tetap menyusui bayinya, bahkan di daerah di mana virus Zika ditemukan. 

Dugaan lain yang juga masih dipelajari secara mendalam tentang penularan virus Zika adalah dimungkinkan dapat terjadi melalui proses transfusi darah dari pasien yang telah terinfeksi atau melalui kontak seksual. 
Hal ini disebabkan karena adanya satu laporan dari kemungkinan penyebaran virus Zika tersebut melalui transfusi darah dan satu laporan dari kemungkinan penyebaran virus melalui kontak seksual. 

● Gejala infeksi virus Zika 

Pada orang yang telah tergigit dan terinfeksi virus Zika, diketahui 1 dari 5 orang yang telah terinfeksi oleh virus Zika ini menjadi sakit, disebut penyakit Zika atau demam Zika
Gejala yang paling umum dari penyakit Zika adalah : 
- Demam tubuh 
- Munculnya ruam pada kulit 
- Rasa nyeri pada sendi 
- Konjungtivitis atau kondisi mata yang menjadi merah. 
- Sakit pada otot 
- Sakit kepala 

● Masa inkubasi virus Zika

Masa inkubasi atau waktu paparan gejala dari penyakit virus Zika hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun diduga, mungkin terjadi dalam beberapa hari sampai satu minggu. 
Sebab gejala yang terjadi biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga satu minggu. 
Virus Zika berada dalam darah orang yang telah terinfeksi selama beberapa hari, tetapi dapat ditemukan lagi pada beberapa orang. 
Selama minggu pertama infeksi, virus Zika dapat ditemukan dalam darah dan diteruskan dari orang yang terinfeksi ke nyamuk lain melalui gigitan nyamuk. 
Nyamuk yang telah terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke orang lainnya. 
Penyakit Zika bisa dianggap sebagai “penyakit ringan”, sebab pasien yang menderita penyakit Zika ini cukup jarang yang ditemui dalam keadan parah dan membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit. 
Demikian pula, yang hingga menyebabkan kematian juga masih jarang ditemukan. 

● Diagnosa untuk penyakit Zika 

Secara umum gejala yang ditunjukkan oleh penyakit Zika memang sangat mirip dengan gejala penyakit demam berdarah ( DBD ) atau penyakit Chikungunya. Sebab ketiga virus penyebab penyakit ini memang dibawa dan disebar dan ditularkan oleh nyamuk yang sama. 
Karena gejalanya yang memang mirip tersebut, penyakit Zika cukup sulit untuk dapat “terbaca” oleh orang awam. 

Cara yang paling aman dan pasti untuk mendiagnosa penyakit Zika ini adalah dengan memeriksakan diri ke dokter atau ahli medis. 

Dimana dokter atau medis selanjutnya akan melakukan tes darah untuk memastikan terjadinya infeksi virus Zika ini. 

● Pengobatan untuk penyakit Zika 

Meski penyakit Zika ini dikategorikan sebagai “penyakit ringan” namun yang menjadi masalah adalah baik vaksin maupun obat untuk penyakit Zika ini belum ada. Baik untuk mengobati atau mencegah infeksi virus Zika. 
Karena itu untuk menangani pasien yang menderita penyakit Zika ini, yang dapat dilakukan adalah dengan mengobati gejalanya. 
Beberapa langkah pengobatan penyakit Zika yang disarankan adalah : 
- Cukup beristirahat 
- Banyak minum air putih untuk mencegah kemungkinan terjadinya dehidrasi ( kekurangan cairan tubuh ) 
- Bisa digunakan obat-obatan yang berfungsi untuk meringankan demam dan sakit, misalnya obat jenis Acetaminophen atau parasetamol. 
- Sangat tidak disarankan untuk mengkonsumsi Aspirin dan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAIDs), seperti ibuprofen dan naproxen. 
Obat Aspirin dan NSAID harus dihindari untuk mengurangi risiko kemungkinan terjadinya perdarahan. 

● Pencegahan penyebaran virus dan penyakit Zika ( demam Zika ) 

Satu hal yang patut selalu diingat. Hingga saat ini belum ada vaksin atau obat untuk mencegah penyakit virus Zika (demam Zika). Karena itu tindakan-tindakan untuk pencegahan secara dini untuk mengantisipasi penyebaran virus dan penyakit Zika ini sangat disarankan. 
Beberapa langkah Pencegahan penyebaran virus dan penyakit Zika ( demam Zika ) yang dapat dilakukan antara lain : 

- Sedapat mungkin menghindari dari gigitan nyamuk, terutama nyamuk Aedes Aegypti, yang biasanya akan sangat aktif menggigit di siang hari. 

- Disarankan untuk menggunakan penolak serangga. 
Penolak atau pengusir seranggga yang mengandung DEET, Picaridin, IR3535, dan beberapa minyak lemon Eucalyptus dan dari produk para-mentana-diol diketahui dapat memberikan perlindungan tahan lama. Namun produk yang mengandung minyak lemon Eucalyptus tidak disarankan digunakan pada anak yang berusia di bawah tiga tahun. 

- Jika anda termasuk orang yang menggunakan produk tabir surya ( sunscreen protection), cara penggunaannya adalah gunakan tabir surya terebih dulu, baru kemudian gunakan produk penolak serangga. 

- Jangan menyemprotkan obat nyamuk pada kulit di bawah pakaian. 

- Jika lingkungan anda positif terkena wabah virus Zika, sangat disarankan untuk membersihkan pakaian ( dan juga kain-kain yang digunakan ) dengan Permethrin. 

- Mengenakan pakaian – baju, kemeja atau celana – yang panjang akan menjadikan anda relatif lebih aman dari gigitan nyamuk. 

- Pasang kasa atau kawat pencegah nyamuk pada ventilasi rumah 

- Bila memungkinkan, gunakan AC
- Buang dan kosongkan tempat dan wadah yang dapat menyebabkan genangan air 

- Lakukan pula langkah-langkah yang sama seperti langkah pencegahan nyamuk demam berdarah. 

- Sebagai tindakan pencegahan lainnya adalah untuk tidak melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah yang sedang terkena wabah virus Zika. Setidaknya menundanya beberapa saat hingga wabah bisa benar-benar teratasi. 

Itulah beberapa informasi tentang virus dan penyakit Zika yang mungkin berguna untuk anda. 

Meski hingga saat ini virus Zika belum ada laporan tentang kasus penderita penyakit Zika di Indonesia, tidak berarti boleh lengah. Demi kesehatan, akan sangat bijaksana jika melakukan pencegahan penyebaran penyakit ini sedari awal. 
Terlebih lagi – sekali lagi – karena vaksin atau obat untuk virus dan penyakit Zika ini memang belum ada. 
Semoga bermanfaat. 

Sumber : www.cdc.gov/zika 
Dan insyaAllah pada posting artikel selanjutnya akan dibahas lebih jauh tentang : 
> Tanya jawab lengkap tentang virus Zika : Dampak Virus Zika pada wanita hamil dan kelahiran bayi