-->

Agar Keluarga Tidak Celaka, Waspadai Tanda Sayuran Yang Mulai Beracun

Ada beberapa tanda yang bisa terlihat ketika sayuran mulai beracun. Jika tidak ingin keluarga celaka karena mengkonsumsinya, anda harus mewaspadai ciri-ciri sayuran yang mulai beracun tersebut.

Sayuran, merupakan salah satu sumber makanan yang kandungan gizinya sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Tidak perlu disebutkan lagi apa saja kandungan dan khasiat dari masing-masing sayuran bagi tubuh, karena semua orang sudah tahu. Karena itu pula, sayuran dimasukkan ke dalam makanan 4 sehat.
Dan itu pula sebabnya mengkonsumsi sayuran, sangat dianjurkan, baik mulai dari anak-anak sampai kepada orang tua.
Lihat juga :
> Sebaiknya jangan menyepelkan manfaat kol yang sangat cool

Idealnya, sayuran yang dikonsumsi adalah sayuran yang masih segar.
Makin segar sayuran makin baik mutu dan pengaruhnya bagi tubuh.
Namun dikarenakan beberapa sebab, tidak semua orang – terutama masyarakat di daerah perkotaan – bisa mengkonsumsi sayuran yang masih segar.
Sehingga pada akhirnya “harus” mengkonsumsi sayuran yang tidak benar-benar segar. Fresh dari kebun.
Sebenarnya bukan menjadi masalah yang besar tentang hal ini, selama sayuran tersebut belum menunjukkan tanda-tanda pembusukan atau tanda-tanda khas yang menunjukkan bahwa sayuran tersebut mulai beracun.

Nah, agar tidak salah membeli dan salah mengkonsumsi sayuran yang nantinya bisa membahayakan kondisi kesehatan tubuh anda dan keluarga anda, ada baiknya jika anda mewaspadai tanda-tanda khas sayuran yang mulai beracun di bawah ini :

● Kentang yang kehijauan
Jangan pernah membeli kentang yang permukaan kulitnya sudah berubah kehijauan. Itu tanda kentang beracun. Ini merupakan pertanda telah terbentuknya racun kentang yang disebut dengan Solanin dan Chaconine.
Racun atau toksin kentang dari keluarga senyawa glikoalkaloid ini akan memberikan rasa pahit pada kentang.
Racun ini tidak akan terurai meski telah dipanaskan, baik itu dengan direbus, dipanaskan atau dengan cara lainnya. Dan bila terakumulasi dalam tubuh akan dapat menyebabkan kanker.
Secara normal, umbi kentang berwarna kuning.
Timbulnya warna hijau pada permukaan kulit kentang, sebenarnya akibat terbentuknya klorofil ( zat hijau daun ) pada kentang ( yang banyak terkena sinar matahari ).
Lihat juga :
> Manfaat berjemur sinar matahari yang mungkin belum diketahui
Khlorofil sendiri sebenarnya tidak berbahaya dan tidak mengakibatkan penyimpangan pada rasa. Namun beberapa penelitian mengatakan bahwa peningkatan kandungan klorofil pada kentang akan sejalan dengan peningkatan senyawa glikoalkaloid yang beracun tadi.

● Kelapa berlendir
Kelapa akan mudah sekali ditumbuhi oleh kapang dan bakteri. Jenis bakteri yang biasa ditemukan pada dagin, parutan atau ampas kelapa adalah bakteri Bacillus sp dan Pseudomonoas Cocovenans.
Bakteri Bacillus sp inilah yang menyebabkan daging kelapa segar menjadi berlendir.
Sementara kapang biasanya tumbuh pada daging kelapa yang telah dikeringkan ( kopra ). Kapang ini bentuknya seperti kapas atau mirip dengan kapang tempe. Ada yang berwarna putih dengan spora yang berwarna hijau atau putih ada pula benang kapasnya yang berwarna kuning atau hitam.
P. Cocovenans paling berbahaya. Karena mampu memproduksi racun yang menyerang sistem syaraf. Bakteri ini juga mengakibatkan kelapa menjadi mudah busuk. Bakteri ini suka tumbuh pada media yang berlemak tinggi.

● Kacang tanah tengik
Racun Aflatoksin sering ditemui pada biji kacang tanah dan atau produk olahannya ( misal pada bumbu pecel ). Racun ini dihasilkan oleh kapang Aspergilus Flavus.
Racun ini jika telah terakumulasi dapat menyebabkan penyakit kanker hati.
Untuk mengenali, tanda-tanda kacang tanah yang telah tercemar kapang Aspergilus Flavus adalah :
- ditemukan sejenis jamur seperti kapas berwarna putih dan memiliki spora kehitaman
- adanya jaringan rusak berwarna kecoklatan pada biji kacang tanah kupas
- kadang, toksin telah diproduksi meski tidak ada kerusakan pada penampilan visual kacang.
- Umumnya racun ini dicurigai terdapat pada kacang yang telah apek, tengik atau yang pahit rasanya.
Racun ini baru dapat terurai jika dipanaskan pada suhu lebih dari 200 ° C

● Singkong pahit
Racun pada singkong adalah Asam Sianida atau HCN.
Berbeda dengan racun kentang, efek racun singkong akan berlangsung segera dan menyerang sistem syaraf manusia.
Sementara Glikosianida ( umumnya banyak terdapat pada Singkong Karet yang biasa digunakan untuk tanaman pagar ) dapat menghambat penyerapan Oksigen ke dalam darah. Reaksinya juga cepat. Sehingga orang yang mengkonsumsi singkong jenis ini akan kekurangan Oksigen, tubuh menjadi biru dan akhirnya meninggal dunia.
Repotnya, racun singkong tidak mudah terdeteksi secara visual.
Namun ada pendapat jika singkong mentah sewaktu dikupas lalau kemudian dipotong, umbinya berwarna biru ( atau kebiruan ) maka patut dicurigai bahwa singkong tersebut mengandung racun Sianida.
Untuk itu mendeteksi racun singkong dari segi rasa akan lebih mudah.
Sebab racun sianida singkong akan nmemberikan rasa pahit, baik pada singkong mentah ataupun yang telah diolah.
Meski bahan kimia berbahaya pada racun singkong ini dapat berkurang bila dimasak pada suhu yang tinggi, di atas 100° C. Karena HCN ini akan larut dalam air dan terurai menjadi gas.
Namun untuk amannya jangan konsumsi singkong yang mempunyai tanda seperti ini.

Itulah tanda-tanda khas pada beberapa sayuran yang mulai beracun.

Apapun alasannya, sebaiknya hindari. Jangan karena merasa sayang ( untuk dibuang ) atau karena kekurang tahuan tetap nekat mengkonsumsinya sehingga akan dapat menyebabkan penyakit dan masalah besar nantinya. Bagi anda atau keluarga anda.