-->

7 Kontrol Wajib Saat Beli Baju Bayi Yang Sehat Untuk Lebaran


Entah sejak kapan mulainya, namun yang jelas di kalangan masyarakat muslim Indonesia terdapat satu adat kebiasaan ( yang sebenarnya kurang baik ) di saat menjelang lebaran atau hari raya I’edul Fitri. 
Di saat-saat jelang hari kemenangan seperti itu, umat muslim “tiba-tiba” selain royal terhadap bahan makanan, juga royal terhadap pakaian. 
Setelah membeli dan menyiapkan makanan yang enak-enak, mereka juga “harus” membeli dan mengenakan pakaian baru ( terutama anak-anak ). 
Pokoknya, saat lebaran baju harus baru. 

Dapat dengan mudah dilihat mulai dasar supermarket, mall, pasar swalayan hingga pasar tradisional, pada hari-hari di pertengahan hingga akhir bulan Ramadhan, selalu penuh sesak dengan pengunjung yang berbelanja. 
Dan “ndakik”nya, hal seperti ini sering dimanfaatkan oleh para produsen dan jaringan pengecer. 
Selain jor-joran obral dan perang diskon besar-besaran, mereka kerapkali meluncurkan program cuci gudang. Jadinya, masyarakat tambah kepincut. 
Sehingga terkadang, yang awalnya tidak berniat beli akhirnya membeli. 

Membeli baju baru untuk lebaran sebenarnya sah-sah saja tidak ada larangan. 
Dengan catatan, selama hal tersebut sesuai kebutuhan dan tidak dipaksakan. 
Selain itu juga harus pintar-pintar, hati-hati, teliti sebelum membeli baju-baju yang akan dipersiapkan untuk berlebaran. 
Terlebih jika ada program perang diskon atau cuci gudang. 

Saat memilih dan membeli baju bayi misalnya. Baik itu untuk bingkisan lebaran bagi kerabat dan kenalan ( di Jawa dikenal dengan istilah nyumbang ) atau bahkan untuk di pakai anak sendiri. 
Meski begitu banyak baju bayi yang terpajang, yang kelihatannya bagus semua dan murah semua, namun tetap harus teliti. 
Jangan sampai karena membeli secara sembarangan, baju bayi yang rencananya untuk berlebaran, malah tidak enak dan nyaman saat dikenakan. 
Atau malah, tidak bisa dikenakan sama sekali. 

Jika agar tidak kecewa nantinya, setidaknya ada 7 hal yang harus diperhatikan saat membeli baju lebaran yang sehat untuk bayi. 

1. Sesuaikan baju pilihan dengan usia bayi. 

Apabila bayi masih berusia di bawah 6 bulan, akan lebih baik memilih baju bayi yang bagian kancingnya di depan agar lebih mudah dikenakan. 

cara pilih baju bayi

Baju bayi dengan kancing di belakang sebaiknya dipilih jika usia bayi lebih dari itu. 

2. Pastikan bahwa baju bayi yang akan dibeli sesuai dengan ukuran tubuh bayi. 

Sesuai tidak berarti harus benar-benar pas. Sedikit longgar justru akan lebih baik. Namun jangan terlalu longgar, sehingga bisa menyebabkan bayi menjadi kembung dan masuk angina. 
Dan jangan pula memilih yang terlalu sempit, sebab selain akan menjadikan bayi merasa tidak nyaman, juga dapat mengganggu pernafasan bayi. 

3. Pilih baju bayi sesuai dengan kondisi cuaca. 

Bayi adalah mahluk mungil yang sangat rentan terhadap perubahan cuaca. Maka ketika akan membelikannya baju, kondisi cuaca juga harus menjadi pertimbangan utama. 
Sebagai misal baju bayi yang berlengan panjang dan cukup tebal pastinya lebih cocok ketika cuaca sedang dingin. Dan sebaliknya. 

4. Pilih baju bayi yang terbuat dari bahan yang lembut dan menyerap keringat. 

Baju bayi yang seperti itu harganya mungkinsedikit lebih mahal. Namun harus diingat bahwa bayi memiliki kulit ( dan juga kondisi tubuh ) yang sensitif. 
Karena itu sebaiknya pilih baju bayi yang terbuat dari bahan seperti katun jepang, katun poplin dan kaos combed karena bahan tersebut akan terasa lembut dan halus pada kulit bayi. 
Pilih juga baju bayi yang baik dalam menyerap keringat, agar kulit bayi terhindar dari keadaan lembab yang berlebih dan bayi merasa gerah. 

baju bayi yang sehat
Sebaiknya hindari baju bayi yang terbuat dari bahan wol, nilon, katun lokal, dan parasut. 

5. Memilih baju bayi dengan model yang sesuai 

Tidak ada larangan membeli baju bayi yang cantik dan bergaya. Namun hati-hati dalam hal ini. Meski ingin tetap bisa tampil “nggaya” sebaiknya hindari baju bayi yang memiliki model yang rumit, karena justru akan menghambat gerak bayi dan membuat bayi tidak nyaman. 
Hindari pula pernak-pernik atau hiasan yang berlebihan., sebab dikhawatirkan selain menjadikan bayi merasa tidak nyaman, jangan-jangan malah dimakan.. 


Dan jangan lupa selalu hindari baju bayi dengan kerah sempit, karena model seperti ini akan mengganggu pernafasan bayi. 

6. Jangan terbuai dan terbutakan dengan promo, diskon, cuci gudang dan sejenisnya. 

Mencoba mencari baju bayi dengan harga murah tentu boleh saja, bahkan wajib mungkin, selama memadai kualitasnya. Namun jangan sekali-kali terbutakan oleh adanya promo, diskon, cuci gudang dan sejenisnya. Baju-baju yang dijual pada moment-moment seperti ini biasanya memiliki keterbatasan. 
Karena itu selalu teliti sebelum membeli. Dan jangan abaikan masalah kesehatan dan kenyamanan bayi. 

7. Pertimbangkan dana anda jangan paksakan diri 

Terkadang karena begitu semangatnya untuk mendandani si kecil atau karena sudah kadung kepincut dengan mode-nya, terkadang banyak orang tua yang “membabi buta” untuk membeli baju bayi yang diincarnya. Bahkan ketika harganya jauh lebih besar dari dana yang telah dianggarkan. Akibatnya ada hal-hal lain yang harus dikorbankan demi menuruti keinginannya ( orang tua ). 
Akan lebih bijaksana jika acara belanja baju bayi ini sesuai dengan dana yang telah dianggarkan, tentu saja melenceng sedikit boleh-boleh saja. 
Yang penting jangan paksakan diri. 
Simak juga :