-->

Inilah Bakteri Patogen Dalam Daging Yang Dapat Membahayakan Kesehatan

Di dalam daging ternyata ada beberapa bakteri yang dapat membahayakan kesehatan.

Daging, merupakan salah satu bahan makanan yang kandungan gizi dan nutrisinya sangat penting dan sangat diperlukan oleh tubuh. Hanya saja, masyarakat di negeri kita ini belum begitu terbiasa untuk mengkonsumsi daging. Mungkin faktor ekonomi menjadi salah satu penyebabnya.
Dan lagi, harga daging memang makin hari makin mahal, susah terjangkau oleh kantong masyarakat kebanyakan.
( Sehingga yang “disuapi” dengan daging hanyalah beberapa golongan tertentu saja. Sedangkan kalau masyarakat Indonesia miskin justru lebih terbiasa dengan “hati”. Bahkan hampir tiap hari selalu “makan hati).

Lihat juga :
> Siapa bilang penduduk Indonesia miskin

Karena kebutuhan akan daging oleh masyarakat ( namun karena harganya yang mahal ), itu pula sebabnya timbul dan dikenal adanya istilah : “tiren” ( mati kemarin ), daging gelonggongan dan sejenisnya, guna “mengakali” kebutuhan masyarakat kebanyakan akan daging ini.
Akibatnya ?
Jika tidak tahu atau “nekat”, akibat mengkonsumsi daging yang seperti ini, tiren atau daging gelonggongan dan sejenisnya pada akhirnya bisa mendatangkan berbagai macam penyakit yang berbahaya bagi tubuh yang mengkonsumsinya. Sebab pada daging sejenis itu tentu akan lebih banyak bakteri patogen yang bersarang dan mencemarinya.

Seperti halnya pada sayuran yang beracun, pada daging juga terdapat banyak bakteri Patogen dalam daging yang dapat membahayakan kesehatan.

Lihat juga :
Bahaya dan tanda sayuran yang mulai beracun

Beberapa Mikroba patogen ( penyebab penyakit ) yang kerap kali mencemari daging adalah : E Coli, Salmonella sp, L monoctogenes, Bassilus sp, dan Clostrodium botulinum, serta Clostrtridium perfringens. Clostridium botolinum menghasilkan toksin botulin ( zat racun ) yang menyerang syaraf pusat, mengakibatkan kelumpuhan, gangguan pernafasan dan pada akhirnya dapat pula mengakibatkan terjadinya kematian. Sedangkan Clostridium Perfringens bila sampai tertelan, masuk ke dalam tubuh saat dikonsumsi bisa mengaibatkan diare.
Kedua bakteri ini mudah menyebar melalui udara, tanah dan berkembang biak dengan spora.
Padahal, spora keduanya tidak mudah mati dengan hanya pemanasan biasa. Meski bakteri ini mempunyai sifat dan karakter yang sangat spesifik, yaitu membutuhkan kondisi an aerob atau tanpa adanya udara. Bakteri E Coli, terutama yang berjenis O157H7, jika sampai masuk dalam tubuh ketika dikonsumsi juga akan menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan dan menyebabkan diare.
Demikian pula bakteri-bakteri patogen lainnya dapat menimbulkan berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan kesehatan yang mengkonsumsinya, sesuai sifat dan karakternya.

Padahal, bakteri-bakteri patogen tersebut di atas dapat dengan mudah mencemari daging yang kondisinya masih normal jika kurang hati-hati dalam penanganannya.

Maka bisa dibayangkan jika mengkonsumsi daging yang dalam kondisi “tiren” atau gelonggongan. Resikonya akan semakin berlipat dan semakin besar.

Untuk itu ada baiknya jika mulai sekarang selalu berhati-hati, baik dalam membeli, menyimpan dan mengolah daging untuk dikonsumsi. Ketidak tahuan dan atau kenekatan dapat membahayakan kesehatan.
Jika mengkonsumsi daging memang masih terlalu sulit untuk dijangkau, sebaiknya jangan dipaksakan. Mungkin cukup dulu mengkonsumsi “makanan tradisional” khas Indonesia lainnya saja, meski sederhana tapi jangan pula mengabaikan pengaturan gizi dan nutrisinya.
Ikan, telur atau bahkan tahu dan tempe akan jauh lebih baik dikonsumsi dibanding dengan daging yang tercemar bakteri seperti tadi.
Dan jangan pula “malu” makan tahu atau dengan tempe. Karena meski sering dianggap sebagai “makanan sepele” tahu atau tempe tidak kalah dalam hal gizi dan nutrisinya.
( Meski sedikit “makan hati”, yang penting “tidak menjadi duri dalam daging” ).