-->

Cara Memberi Obat Pada Bayi Yang Sakit Dengan Baik Dan Aman


Tidak ada seorang ibu-pun yang menginginkan anak bayinya sakit. 
Namun sebagai mahluk yang masih ringkih, secermat, sehati-hati dan setelaten apapun, tetap selalu ada kemungkinan bagi bayi untuk terserang suatu penyakit. 
Dan ketika anak bayi jatuh sakit, meski terkadang merasa tidak tega, mau tidak mau harus diberikan obat. Masalahnya, memberikan obat pada bayi yang sedang sakit akan sangat berbeda dengan memberikan obat pada orang dewasa atau anak yang sudah cukup besar. 
Selain memang tidak bisa menelan obat sendiri, kondisi dari organ-organ tubuh bayi yang belum berkembang secara sempurna haruslah menjadi pertimbangan utama. 
Jangan sampai, inginnya memberikan obat agar cepat sembuh, yang didapat malah sebaliknya, obat malah memberikan dampak yang fatal bagi anak bayi. 

Karena itu ada baiknya jika memperhatikan cara memberi Obat pada bayi yang sakit dengan baik dan aman. 

Dimana setidaknya ada 9 hal penting yang wajib diperhatikan, yaitu : 

cara memberikan obat pada bayi

1. Menggunakan obat bila hanya memang benar-benar dibutuhkan. 

Yang patut diperhatikan dan diingat adalah bahwa sebuah obat ( terlebih obat-obatan kimia ) pada kondisi dasarnya adalah racun bagi tubuh. 
Karena itu hati-hati dan pertimbangkan dengan matang ketika akan memberi obat pada anak bayi. 
Jangan sebaliknya, karena begitu khawatir dan takutnya, langsung saja diberi obat. Sedikit-sedikit obat, ….sedikit-sedikit obat ( Obat kok sedikit ). 
Bahkan bila memang memungkinkan pertimbangkan terlebih dulu untuk menggunakan obat alternatif lainnya bila ada. 
Maksudnya, bukan ke dukun, melainkan dengan memanfaatkan asupan makanan, bahan alami dan sebagainya. 

2. Menunda pemberian obat 

Kemudian bila memang masih memungkinkan, cobalah tunda terlebih dulu pemberian obat sampai bayi yang lebih matur, sehingga anak bayi mampu mendetoksifikasi atau memetabolisasi obat yang melalui ASI. 

3.Gunakan obat dengan dosis terkecil 

Namun ketika memang harus memberikan obat kepada bayi, usahakan selalu memberikan obat pada dosis terkecil yang efektif dan untuk waktu yang sesingkat mungkin. 

4. Gunakan obat dengan Rasio ASI/plasma kurang dari 1 

Selain selalu menggunakan dosis terkecil, selalu pilih dan gunakan obat yang kadar di dalam ASI lebih rendah dari kadar di dalam plasma. 
Rasio yang disarankan untuk perbandingan ASI/plasma adalah kurang dari 1 

5. Sebisa mungkin hindari obat yang memiliki masa paruh panjang 

Lihat patokan nomor 3, yaitu menggunakan obat yang sesingkat mungkin. Obat yang memiliki masa paruh panjang artinya obat tersebut sukar terurai atau untuk terurai membutuhkan waktu yang lama. 
Obat yang seperti ini tidak dikehendaki untuk dikonsumsi bayi. Karena itu hindari sebisa mungkin jenis obat yang seperti ini. 

6. Jangan gunakan obat yang time-released 

Pastinya, tidak ada ibu yang menginginkan anaknya sembuh dari sakitnya tetapi malah menggunakan obat yang telah kadaluwarsa. 
Namun “kecelakaan” seperti ini bisa saja terjadi karena tidak sengaja atau karena tidak tahu. Karena itu agar selalu meneliti obat yang akan diberikan pada anak bayi. 

7. Menjadwalkan waktu pemberian obat 

Mengapa ibu perlu memberikan jadwal yang teratur untuk memberikan obat pada bayi yang sakit ? Tujuannya adalah agar kadar obat di dalam ASI paling rendah pada saat menyusu. 
Dalam hal ini ibu bisa mengatur jadwalnya seperti memberi obat segera setelah menyusui atau sebelum waktu tidur panjang bayi. 

8. Perhatikan gejala reaksi obat pada bayi 

Setelah memberikan obat pada bayi, jangan merasa tugas telah selesai. 
Sebaliknya ibu malah harus selalu memperhatikan dan memantau gejala yang mungkin timbul oleh obat dan reaksi yang ditunjukkan oleh bayi. 
Bila muncul dan terlihat gejala atau reaksi berupa kolik, kemerahan pada kulit, bayi menjadi gelisah, sukar tidur, dan malas minum, sebaiknya ibu berkonsultasi ke dokter secepatnya. 

9. Ajarkan cara memeras ASI bagi ibu yang dapat meneruskan pemberian ASI setelah pengobatan selesai. 

You may like these posts