-->

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Keracunan Makanan ?

Ada beberapa hal yang seharusnya dilakukan ketika suatu saat keracunan makanan.

Pernah suatu ketika, karena merasa sayang jika harus membuang kopi yang agak menggumpal , meski sempat terlintas pikiran jangan-jangan mulai beracun, saya “nekat” mengkonsumsinya.
Toh, paling tinggal 1 seduhan saja, pikir saya.

Lihat juga :
> Bahaya dan tanda sayuran yang mulai beracun

Namun beberapa saat setelah meminumnya, tubuh tiba-tiba banyak berkeringat, kaki serasa sangat lemas, perut agak mual dan mata berkunang-kunang.
Repotnya, saat itu di rumah sedang tidak ada orang, sendirian. Repotnya lagi saat itu belum tahu apa dan mengapa gejala yang sedang saya rasakan ini.

Makanya langsung saja menelepon suami. Dan untungnya suami cepat tanggap.
Setelah menanyakan apa saja yang telah saya lakukan sebelumnya, ia langsung menyimpulkan : keracunan. Dan dengan cepat ia langsung mengambil tindakan yang diperlukan.
Sehingga beruntunglah dapat langsung teratasi saat itu juga.

Dari kasus ini, saya kemudian mulai belajar kembali untuk mengenali hal-hal yang seperti ini supaya suatu saat tidak terulang kembali.
Dan dari situ pula saya mencoba berbagi tentang bagaimana mengatasi masalah keracunan bahan makanan seperti ini agar jangan sampai anda alami. Sehingga dapat membahayakan kesehatan anda atau keluarga anda.

Lihat juga :
> Bakteri patogen dalam daging yang dapat membahayakan kesehatan

Berdasarkan cara kerjanya, ada 2 jenis keracunan makanan :

1. Keracunan makanan yang memberikan efek langsung / seketika bagi tubuh.
Ini seperti yang saya alami.
2. Keracunan makanan yang sifatnya akumulatif.
Yaitu efek negatifnya baru akan muncul, apabila zat racun telah menumpuk ( terakumulasi ) di dalam tubuh. Dan ini biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama.
Contoh kasus yang paling terkenal, tentu saja kasus Minamata, keracunan logam berat yang pernah terjadi di Jepang, yang menelan banyak korban jiwa.

Tanda-tanda keracunan makanan sendiri sebenarnya sifatnya sangat spesifik. Tergantung pada jenis bahan makanan yang termakan.

Namun tanda-tanda keracunan makanan yang berpengaruh secara langsung pada umumnya adalah :

● Pusing
● Mual-mual
● Muntah
● Badan berkeringat dengan tidak wajar
● Lemas
● sampai buang-buang air mirip diare

Pada keracunan bahan makanan tertentu bisa pula menimbulkan efek dan gejala yang mirip alergi, misal : timbul rasa gatal-gatal atau kemerahan dalam rongga mulut atau kulit.
Namun sebenarnya alergi berbeda dengan keracunan makanan. Alergi efeknya hanya dialami oleh orang tertentu dengan efek yang berbeda-beda. Sedangkan keracunan makanan, efek negatifnya akan sama pada setiap orang ( yang mengkonsumsinya ).
Alergi juga tidak tergantung pada dosis makanan. Makan banyak ataupun sedikit akan sama saja efeknya. Sedangkan pada keracunan harus dalam dosis tertentu, baru dapat menimbulkan efek keracunan.
Umumnya, alergi berupa gatal-gatal, bengkak dan pada kulit timbul kemerahan. Sedang pada keracunan makanan, biasanya diikuti gejala lainnya, seperti pusing, mual, muntah. Bahkan bila racunnya sangat kuat bisa berdampak pada gangguan pernafasan dan berakhir pada kematian.

Lalu, apa yang harus dilakukan jika keracunan makanan ?

Penanganan keracunan makanan juga sangat spesifik tergantung pada bahan dan jenis makanan yang telah termakan.

Namun jika terlanjur mengalami keracunan makanan, ada langkah dan pertolongan pertama yang dapat dilakukan, yaitu :

● Jangan panik
● Banyak-banyak minum air putih
● Segeralah beri minum dengan Norit.
Norit adalah “obat” yang mengandung bahan Carbon aktif yang mempunyai kemampuan bisa mengikat zat yang mengandung racun, sehingga mencegah racun masuk lebih dalam ke aliran darah.
● Dapat juga diberikan susu dan telur ( terutama putih telurnya ).
Kandungan protein dari kedua bahan makanan ini bisa mengikat logam berat yang terdapat pada racun ( misalnya timbal pada keracunan ikan ). Sehingga logam berat akan terhambat prosesnya ketika memasuki aliran darah.
● Bila disertai dengan diare, segera minumlah larutan Oralit ( garam Oralit ).
Namun bila tidak ada, bisa diganti dengan membuat larutan 1 sendok teh garam dan 2 – 3 sendok teh gula yang dilarutkan dalam segelas air matang.
Larutan ini berfungsi menjaga keseimbangan cairan dalam darah, sehingga tidak sampai terjadi dehidrasi, sedangkan gula untuk tambahan energi. Minumlah satu gelas setiap sehabis buang air besar.
● Jika gejala muntah, sesak napas, diare tanpa henti atau sampai pingsan setelah diberikan langkah pertolongan pertama di atas, segeralah bawa ke klinik atau dokter terdekat, guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
● Jika ternyata gejala keracunan memang terlihat sangat parah, untuk memudahkan penanganan nantinya, ingat apa saja yang dimakan sebelumnya.
Dan jika makanan tersebut masih ada, ambil sedikit sisa makanan tersebut, tempatkan dalam plastik tertutup dan bekukan dalam Freezer. Pastikan tidak ada orang lain yang menyentuh makanan tersebut.

Dan jika memungkinkan, ingat pula hal-hal berikut :
- Berapa banyak anda telah memakannya ?
- Kapan gejala keracunan mulai timbul ?
- Dimana mengalami keracunan, rumah kantor dan sebagainya.
- Apa gejala pertama yang anda rasakan ?
- Apakah penglihatan anda terganggu ?
Sampel , akan berguna untuk mendeteksi bahan kimia berbahaya atau racun apa yang tertelan. Sedangkan data ingatan tersebut akan berguna untuk mengambil langkah secara tepat dan akurat.