Cara Mengatasi Masalah Lipatan Di Leher Pada Wanita

Daftar Isi Artikel

Masalah Lipatan di leher pada wanita

Proses penuaan tubuh manusia ini sebenarnya sudah dimulai ketika seseorang sudah melewati umur 20 tahunan. Dan akan berjalan semakin kentara ketika menginjak usia 30 tahunan. 

Disamping berkurangnya kekencangan kulit dan timbulnya kerut ( keriput ) pada kulit, salah satu tanda penuaan yang lainnya adalah adalah timbulnya lipatan di leher. 
Lipatan di leher adalah kondisi terbentuknya garis horizontal, kerutan, atau lapisan tambahan di area kulit leher. 

Secara alamiah, otot di leher yang disebut dengan “platysma” yaitu otot yang terletak di sekitar dada, pundak dan leher sampai ke bagian dagu bagian bawah bibir akan mengendur. 
Sebab secara alamiah pula, produksi kolagen yang bertanggung jawab kepada masalah kekencangan kulit semakin bertambah umur akan semakin berkurang.

  cara menghilangkan lipatan di leher 

Namun, masalah lipatan di leher ini bisa juga akan terlihat kentara apabila kita tidak melakukan perawatan rutin dengan cara yang benar. 
Terlebih lagi masalah lipatan leher ini sangat terkait erat dengan masalah lemak. 
Penyebab timbulnya lipatan di leher ini dapat disebabkan karena adanya pengaruh gabungan antara masalah ( kelebihan ) lemak dan anatomi tubuh seseorang, terutama anatomi otot di sekitar leher tadi. Seseorang yang memiliki lemak berlebih akan lebih mudah terkena masalah lipatan di leher. 
Sedangkan yang terkait dengan anatomi tubuh, memang ada beberapa orang yang dari “sononya” tidak memiliki “ garis batas” antara rahang dan leher. 
Sehingga memunculkan “double chin” alias lipatan di leher. 

Penyebab umum terjadinya lipatan di leher 

• Faktor Alami dan proses penuaan 

Secara alami, berkurangnya produksi kolagen dan elastisitas kulit seiring bertambahnya usia akan membuat kulit leher lebih mudah mengendur dan bergaris. 

• Penumpukan Lemak (Dagu Ganda) 

Pada orang dengan berat badan berlebih atau adanya kenaikan berat badan atau timbunan lemak submental di bawah dagu dapat menciptakan lipatan tambahan. 

• Postur Tubuh (Tech Neck) 

Posisi tubuh yang salah secara berulang juga bisa menjadi penyebabnya. Kebiasaan sering menunduk saat melihat ponsel atau gawai mempertegas garis lipatan leher. 

• Paparan Sinar Matahari 

Paparan Sinar ultraviolet (UV) dari sinar matahari dapat merusak serat kolagen kulit jika area leher tidak dilindungi tabir surya. 

• Faktor Medis (Akantosis Nigrikans) 

Secara medis, lipatan leher yang tampak gelap, menebal, dan bertekstur kasar seperti beludru bisa menjadi tanda resistensi insulin, obesitas, atau diabetes. 

• Bawaan Lahir 

Sebagian orang sudah memiliki garis leher alami sejak lahir karena struktur lipatan kulit yang normal. 

Proses terjadinya lipatan di leher 

1. Faktor anatomi dan gerakan berulang (faktor bawaan / sejak lahir) 

• Secara alami leher manusia dirancang untuk bisa bergerak dan menekuk ke berbagai arah. 
• Adanya lipatan horizontal di leher sebenarnya mirip seperti garis pada buku jari tangan. 
• Bahkan garis ini sudah bisa terbentuk sejak bayi dalam kandungan karena posisi janin yang meringkuk membuat area leher sering tertekuk. 
• Dan sejalan dengan masa pertumbuhan, frekuensi leher yang sering bergerak dan menunduk membuat lipatan tersebut menjadi garis permanen yang normal. 

2. Karena penurunan kolagen dan penuaan kulit 

• Seiring bertambahnya usia, maka sel kulit akan memproduksi lebih sedikit kolagen (protein pengencang kulit) dan elastin (yaitu protein penunjang kelenturan). 
• Akibatnya, kulit leher mulai kehilangan kekencangannya, menjadi lebih kendur, dan mudah membentuk bekas lipatan saat kepala bergerak. 

3. Karena penumpukan lemak dan kenaikan berat badan 

• Terjadinya penambahan berat badan atau kegemukan (obesitas) dapat memicu terjadinya penumpukan jaringan lemak di bawah dagu dan area leher (fat deposit atau double chin). 
• Dengan volume lemak yang bertambah akan mendorong kulit di atasnya sehingga lipatan atau tekukan terlihat semakin dalam dan jelas. 

4. Kebiasaan dan faktor eksternal 

• Posisi tubuh yang sering menunduk (tech neck) 
Jika anda termasuk orang yang sering menatap layar ponsel atau komputer dalam waktu lama, maka akan membuat leher tertekuk berulang kali dan mempercepat munculnya garis lipatan. 
• Posisi tidur yang tidak tepat
Harap diketahui, kebiasaan tidur menyamping atau menggunakan bantal yang terlalu tinggi dapat menekan kulit leher dan membentuk garis lipatan. 
• Paparan sinar matahari (UV) 
Sinar UV merusak serat kolagen dan elastin di kulit leher jika tidak dilindungi tabir surya (sunscreen). 
• Gaya hidup tidak sehat
Gaya hidu[p yag tidak sehat, adanya paparan asap rokok berkelanjutan dan kurangnya kelembapan pada kulit leher mempercepat penuaan dini pada jaringan kulit. 

Cara mencegah terjadinya lipatan di leher 

Cara terbaik untuk mencegah lipatan atau garis kerutan pada leher adalah dengan rutin merawat kulit leher menggunakan tabir surya, menjaga postur tubuh saat melihat ponsel, serta menjaga berat badan tetap ideal. 

Berikut adalah langkah-langkah mudah untuk mencegah terjadinya lipatan di leher: 

1. Perawatan kulit (Skincare) 

• Gunakan Tabir Surya (Sunscreen) 

Oleskan tabir surya dengan minimal SPF 30 ke area leher setiap pagi, sama seperti saat  merawat wajah. Sinar matahari dapat merusak kolagen kulit. 

• Rutin pakai pelembap

Gunakan pelembap atau produk yang mengandung asam hialuronat (hyaluronic acid) dua kali sehari untuk menjaga leher tetap kenyal. 

• Gunakan produk Anti-Penuaan 

Bisa digunakan krim yang mengandung retinoid atau peptida, tetapi mulailah secara perlahan karena kulit leher lebih tipis dan sensitif daripada wajah. 

2. Jaga postur tubuh 

• Posisi tubuh (khususnya kepala) saat menggunakan ponsel atau komputer

Hindari posisi tubuh (kepala) yang terlalu sering menunduk saat melihat ponsel atau layar komputer. Posisi ini sering disebut tech neck yang memicu garis halus. 
Usahakan layar sejajar dengan mata. 

• Atur posisi tidur 

Biasakan tidur telentang. Tidur menyamping atau tengkurap dapat membuat kulit leher terlipat dan lama-kelamaan memicu kerutan permanen. 

3. Gaya Hidup Sehat 

• Menjaga berat badan agar tetap ideal 

Penumpukan lemak di bawah dagu atau area leher (double chin) bisa dicegah dengan mengatur pola makan bergizi seimbang dan rajin berolahraga. 

• Cukup Minum air putih

Agar tubuh tetap terhidrasi, pastikan dengan minum air putih minimal 8 gelas sehari agar kulit tetap elastis. 

• Tidak merokok 

Kandungan dalam rokok dapat menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi pasokan oksigen serta nutrisi ke kulit leher 

Cara mengatasi masalah lipatan di leher 

Untuk mengatasi atau menghilangkan masalah lipatan atau garis di leher secara garis besar dapat dilakukan dengan menjaga berat badan ideal, rutin merawat kulit leher, serta memperbaiki postur tubuh. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan: 

1. Menjaga berat badan dan diet Sehat 

• Kurangi kalori

Lipatan leher sering kali disebabkan oleh penumpukan lemak atau double chin. 

• Asupan makanan yang sehat

Konsumsi lebih banyak protein, sayuran, serat, serta kurangi makanan manis, karbohidrat olahan, dan garam berlebih untuk mencegah retensi air. 

• Lakukan olahraga kardio

Lakukan jogging, bersepeda, atau berenang minimal 30 menit setiap hari untuk membakar lemak tubuh secara menyeluruh. 

2. Perawatan Kulit Leher 

• Gunakan skincare

Oleskan pelembap yang mengandung asam hialuronat (hyaluronic acid) atau retinol dan vitamin C pada leher untuk menjaga elastisitas kulit. 

• Pakai sunscreen

Lindungi kulit leher dari paparan sinar matahari langsung agar tidak memicu penuaan dini dan garis kerutan. 

• Rutin membersihkan area leher

Jaga kebersihan area leher dari keringat dan kotoran untuk menghindari gesekan atau kehitaman akibat daki. 

3. Perbaiki Postur Tubuh 

• Batasi melihat / bermain ponsel atau komputer

Kebiasaan sering menunduk saat melihat gawai (tech neck) bisa mempercepat timbulnya garis lipatan leher. 

• Posisi duduk tegak

Posisikan layar komputer sejajar dengan mata dan regangkan leher secara berkala. 

4. Tindakan Medis ( hanya jika diperlukan) 

Jika lipatan disebabkan oleh faktor genetik atau penuaan lanjut yang sulit hilang secara alami, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter kulit atau bedah plastik mengenai prosedur seperti terapi ultrasound, suntik penghancur lemak, atau neck lift 

Perawatan rutin untuk masalah lipatan di leher 

Beberapa perawatan rutin untuk masalah lipatan di leher yang sebaiknya dilakukan adalah : 

● Melakukan perawatan untuk membersihkan dan menghaluskan kulit leher 

Kosmetik, seperti alas bedak, dan bedak jika tidak dibersihkan secara benar dapat menambah tebal lapisan pada leher. 
Selain karena polusi udara dan keringat, iklim tropis Indonesia yang cenderung panas juga dapat membuat kulit cepat berkerut. 
Untuk itu sebaiknya leher dibersihkan minimal 2 kali sehari, yaitu dilakukan saat membersihkan wajah dengan susu pembersih dan penyegar. 
Pada pagi hari sebelum melakukan aktivitas, sebaiknya gunakan krim khusus untuk leher ( neck cream) yang mengandung asam laktat dan asam glikolat untuk melindungi kulit dari terpaan sinar matahari. Dan seminggu sekali gunakan krim yang mengandung liposome dan asam glikolat guna mengurangi kerut serta melembutkan kulit. 

● Perawatan untuk melembutkan kulit leher 

Kulit leher yang kering merupakan salah satu penyebab timbulnya “double chin” ini. 
Oleh sebab itu sebaiknya pula setiap malam gunakan pelembab yang mengandung Alpha Hidroxy Acid ( AHA ), ekstrak teh hijau, dan enzyme superoxide dismutase, guna melindungi kulit dari dehidrasi dan menurunkan kekasaran kulit. 
Sehingga kulit akan terasa lembab serta produksi kolagen dan elastin meningkat. 

● Perawatan untuk mengencangkan kulit leher 

Sama dengan kulit pada daerah sekitar mata, kulit leher juga tergolong sensitif karena rawan terhadap proses penuaan dini. 
Hal ini ditandai dengan meunculnya keriput dan terjadinya kekenduran pada kulit yang biasanya dialami oleh wanita berusia 20 tahunan ke atas. 
Untuk perawatannya, gunakan masker pada leher secara rutin. 
Satu hingga dua kali dalam seminggu. 

Caranya : 
Oleskan masker ( bisa dipilih yang berupa berupa wax ) yang mengandung Kojic Acid dan vitamen E pada bagian depan leher. 
Dimulai dari daerah dagu hingga sampai pangkal leher. 
Tunggu beberapa menit sehingga kering, lalu bilas sampai benar-benar bersih. 

Selain menjaga kulit leher tetap kencang, penggunaan masker juga berfungsi untuk mengangkat sel-sel kulit mati, menyegarkan dan membuat kulit terasa lembut. 

● Melakukan trik riasan untuk menyamarkan lipatan di leher 

- Bubuhkan alas bedak di bagian leher berwarna 1 atau 2 tingkat lebih gelap dari warna kulit muka. 
Hal ini berguna untuk mengarahkan perhatian ke bagian muka daripada ke bagian leher. 
- Gunakan bedak yang sewarna dengan warna kulit 
- Oleskan perona pipi ( blush on ) berwarna 1 tingkat lebih gelap dari pada warna kulit pipi pada tulang pipi bagian kuping sampai ujung bibir dengan arah vertical 
- Untuk memperoleh kesan wajah cerah, sebaiknya gunakan perona pipi yang berwarna pink. 
Untuk kesan natural, gunakan yang berwarna jingga atau coklat. 

Agar hasilnya lebih maksimal, sebaiknya anda lihat juga beberapa tips yang berikut ini : 

Melakukan alternatif perawatan lainnya : Facial Gym 

Facial gym adalah suatu teknologi elektromagnetik yang bertujuan untuk mengencangkan otot muka serta leher dan mendorong atau men-stimulasi fibroblast untuk lebih meningkatkan produksi kolagen dan elastin. 

Fibroblast merupakan bagian dari kulit bagian dalam yang berhubungan dengan produksi kolagen dan elastin. 
Facial gym membantu mengaktifkan produksi kolagen yang kadang-kadang terhenti akibat penumpukan sel kulit mati atau kulit terdehidrasi. 

Secara umum, facial gym juga berfungsi menghilangkan sel kulit mati yang dapat menyebabkan penuaan dini. 
Cara kerjanya adalah dengan mengoleskan gel yang mengandung asam glikolat dengan arah yang sudah ditentukan, menggunakan alat khusus. 
Setelah gel dioleskan pada seluruh wajah serta leher sampai batas dada selama 60 menit, digunakan masker yang berfungsi mengangkat sel kulit mati. 

Target Facial Gym adalah kulit bagian dermis, dimana terdapat kolagen dan elastin. 

Agar hasilnya lebih maksimal, dapat dibantu dengan facial sekali sebulan untuk merawat kulit bagian luar ( epidermis ). 
Dengan facial gym, hasilnya akan nampak setelah melakukan perawatan kurang lebih 10 kali.