Panduan Dasar Mewarnai Rambut Agar Hasilnya Jos-Jis Maksimal
Daftar Isi Artikel
Trend mode mewarnai rambut
Perubahan dan perkembangan mode memang sering kali di luar dugaan. Salah satu contohnya adalah mewarnai rambut atau Coloring.
Awalnya (dulunya) mewarnai rambut biasanya hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah cukup usia karena ingin tampil lebih muda.
Sehingga pada waktu itu untuk mewarnai rambut / coloring selalu menggunakan “warna wajib”, yaitu hitam.
Tujuannya jelas : guna menutupi uban yang mulai tumbuh di kepala.

Namun sejalan dengan perkembangan jaman dan trend mode rambut, saat ini mewarnai rambut tidak hanya terpaku pada orang berusia dan melulu warna hitam saja.
Trend mewarnai rambut makin hari makin marak dan populer di negara-negara Asia, khususnya Indonesia. Trend ini sudah merambah kemana-mana.
Gadis-gadis muda, wanita karir, anak-anak sekolah dan bahkan ibu-ibu rumah tangga.
Saat ini mengecat atau mewarnai rambut sudah menjadi bagian dari tata rambut modern.
Warnanya tidak melulu hitam, tapi juga sudah menggunakan berbagai macam warna sesuai selera.
Namun warna yang paling sering dipilih dalam mengecat rambut adalah pirang, coklat, keemasan, keunguan atau kemerahan.
Jadi, wanita-wanita Asia, khususnya Indonesia, tidak hanya ingin tampak muda, tapi juga tampil beda.
( Padahal konon menurut orang-orang bule, rambut hitam khas orang Asia konon justru malah terlihat lebih eksotis ).
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan trend mewarnai rambut dengan berbagai macam warna ini.
Hanya saja memang harus selalu diperhatikan dan disesuaikan dengan jenis dan warna kulitnya.
Jangan asal-asalan.
Dan satu lagi harus memperhatikan kondisi lingkungan dan atau profesinya sebelum mewarnai rambut dengan warna-warni yang mencolok.
Sebagai contoh, ada sekolah-sekolah atau instansi kantor yang memang melarang siswa atau karyawannya untuk mewarnai rambutnya.
Hal ini juga dibenarkan dan diperkuat oleh para ahli tata rambut.
Kata mereka, memang ada warna-warna rambut tertentu yang lebih cocok dan berdasar profesi tertentu pula.
Tentang mewarnai rambut atau Coloring
Mewarnai rambut atau pewarnaan rambut atau pengecatan rambut adalah sebuah praktik mengubah warna rambut.
Praktik ini memiliki beberapa tujuan yakni awalnya untuk menyamarkan atau menutup uban, kemudian berkembang untuk tujuan kecantikan, mengubah warna sesuai keinginan, bermode, atau mengembalikan warna rambut asli setelah luntur.
Praktik ini dapat dilakukan secara profesional oleh penata rambut atau dilakukan oleh diri sendiri di rumah. Saat ini, pewarnaan rambut sangat populer.
Sejarah mewarnai rambut atau Coloring
Praktek mewarnai rambut sebenarnya sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu dengan memanfaatkan berbagai macam bahan alami dan senyawa kimia.
Dalam catatan herbal dari dinasti Asyur yang berasal dari tahun 2177 SM dituliskan beberapa resep tertua untuk kosmetik, salah satunya yakni pewarna rambut.
Selain itu, pada Papirus Ebers yang berasal dari jaman Mesir Kuno yang ditulis sekitar tahun 1550 SM berisi tentang cara mewarnai rambut dan alis yang mulai beruban.
Tablet tanah liat dari Asyur yang berasal dari abad ke-7 SM juga menuliskan bagaimana penggunaan empedu sapi hitam, minyak cemara, licorice, dan madu untuk mengembalikan warna hitam pada rambut beruban.
Pada waktu itu, bahan pewarna rambut umumnya berasal dari tumbuhan, seperti tumbuhan pacar kuku (Lawsonia inermis), indigo, Cassia obovata, sena, kunyit, dan amla.
Selain itu, terdapat juga bahan alami lainnya seperti katam (Buxus dioica), kulit kenari hitam, oker merah, dan daun bawang
Mewarnai rambut bagi wanita muslim
Hukum mewarnai rambut atau menyemir rambut dalam Islam pada dasarnya bisa dibenarkan (mubah), namun ada ketentuan mengenai warna, niat, dan bahan yang digunakan
Bagi wanita muslim (muslimah) mewarnai rambut boleh dilakukan asal dengan tujuan yang benar.
Tidak diniatkan untuk melakukan penipuan, menyombongkan diri, atau menyerupai ciri khas orang fasik tertentu (tasyabbuh).
Jika dimaksudkan untuk berhias, boleh dilakukan untuk menyenangkan pasangan (suami/istri).
Bahan yang digunakan untuk mewarnai rambut harus berasal dari bahan yang suci, halal, dan tidak najis.
Pastikan juga zat pewarna rambut tidak membentuk lapisan kedap air yang tebal sehingga menghalangi air wudhu atau air mandi wajib menyentuh helaian rambut dan kulit kepala.
Pewarna alami seperti henna sangat dianjurkan karena meresap dan tidak menghalangi air.
Dan yang paling penting Tidak Membahayakan Tubuh.
Bahan pewarna rambut tidak merusak kesehatan rambut atau kulit kepala, karena Islam melarang perbuatan yang mendatangkan mudarat (kerusakan).
Perlu diperhatikan juga bahwa Mayoritas ulama (terutama Mazhab Syafi'i) mengharamkan atau melarang menyemir rambut dengan warna hitam pekat untuk menutup uban karena dianggap sebagai bentuk penipuan atau menyamarkan usia yang sebenarnya.
Sebagian ulama lain membolehkannya jika tidak untuk tujuan menipu (misalnya atas izin suami bagi istri).
Sedangkan warna Selain Hitam seperti warna merah, kuning, atau menggunakan bahan alami seperti pacar/inai (henna) tidak dipermasalahkan.
Beberapa teknik mewarnai rambut
1.Full Coloring
Yaitu teknik mewarnai rambut dengan mengaplikasikan satu warna cat rambut secara merata ke seluruh area rambut.
2.Highlight
Mewarnai rambut dengan teknik Highlight adalah dengan mengecat beberapa bagian rambut dengan warna yang lebih terang dari warna dasar.
3.Ombre
Ombre adalah teknik coloring dengan gradasi warna rambut, biasanya dari gelap di akar hingga lebih terang di ujung rambut.
4.Balayage
Yaitu teknik mewarnai rambut dengan sapuan bebas secara vertikal untuk menghasilkan highlight yang tampak alami dan berdimensi.
5.Money Piece
Pewarnaan rambut teknik Money Piece adalah pewarnaan rambut yang hanya fokus pada dua helai rambut di bagian depan wajah agar tampilan lebih cerah.
6.Peekaboo
Teknik Peekaboo adalah pewarnaan rambut kontras yang disembunyikan di lapisan rambut bagian dalam.
Panduan sederhana memilih warna cat rambut berdasarkan Skin Tone
1.Warm / Kuning Langsat
Warna cat rambut yang cocok adalah warna keemasan (golden brown), bronze, atau cokelat tembaga.
2.Cool Undertone
Warna cat rambut yang cocok adalah warna champagne, ash brown, abu-abu (grey), atau blonde.
Efek samping mewarnai rambut
Yang penting untuk diketahui adalah bahwa beberapa zat pewarna rambut mengandung phenylenediamine telah menjadi perdebatan dan diteliti selama bertahun-tahun.
Bahkan, dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah produk pewarna rambut yang mengandung bahan ini telah ditarik dari pasaran.
Proses pewarnaan rambut ( umumnya selalu ) melibatkan bahan kimia yang dapat menghilangkan, mengganti, atau menutupi pigmen alami dalam batang rambut.
Penggunaan bahan-bahan kimia ini tentu saja bisa membawa berbagai efek samping, seperti iritasi kulit sementara, reaksi alergi, rambut menjadi rapuh atau mudah patah, perubahan warna kulit, hingga hasil pewarnaan yang tidak sesuai harapan.
Menurut International Agency for Research on Cancer (IARC), dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa beberapa pewarna rambut dan bahan kimia yang digunakan dalam proses pewarnaan berpotensi menyebabkan mutasi sel (mutagenik) dan meningkatkan risiko kanker (karsinogenik).
Karena itu sebaiknya jangan sembarangan dan asal-asalan dalam mewarnai rambut.
Panduan dasar untuk mewarnai rambut
Jika kebetulan ada minat dan ingin mewarnai rambut, agar hasil yang didapat jos-jis, bisa maksimal, beberapa tips dalam mewarnai rambut di bawah ini, mungkin bisa membantu anda.
Agar nantinya tidak terjadi masalah kerusakan rambut yang serius, sebelum memutuskan melakukan pengecatan rambut ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1.Selalu pastikan menggunakan cat / pewarna rambut yang aman, bebas dari kandungan zat yang dapat membahayakan kesehatan.
2.Sangat penting untuk selalu menyesuaikan warna cat rambut dengan warna kulit dan model rambut.
Tujuannya tentu saja agar penampilan lebih maksimal. Chic dan modern.
3. Untuk rambut yang belum pernah di cat ( diwarnai ), sebaiknya di-toning ( diberi vitamin khusus rambut ) terlebih dulu.
Gunanya agar konsentrasi bahan kimia pewarna rambut yang masuk ke dalam rambut tidak terlalu banyak
4. Untuk rambut yang sudah pernah di cat ( diwarnai ) sebelumnya, kemudian menggantikan karena ingin penampilan yang beda, sebaiknya gunakan saja cat rambut yang permanen atau highlight.
5. Untuk menjaga agar warna cat rambut dapat bertahan lebih lama, diperlukan penanganan yang cermat.
Misalnya, menggunakan shampoo khusus ketika mewarnai rambut yang digunakan untuk keramas dan krim perawatan yang intensif.
Dengan melakukan beberapa tips mewarnai rambut di atas, umumnya hasil yang di dapat akan lebih maksimal dan memuaskan.
Perawatan rambut yang diwarnai
- Gunakan sampo khusus rambut berwarna atau purple shampoo agar warna tidak cepat pudar.
- Keramas 2 hingga 3 hari sekali untuk menjaga kelembapan alami rambut.
- Batasi penggunaan alat penata rambut bersuhu panas (heat styling).
- Anda juga bisa mencoba simulasi warna secara virtual melalui L'Oréal Paris Virtual Try On Hair Color sebelum melakukan pengecatan.
Lihat juga :